2 Pilihan Mata Bor Sudut (Leading / Starting Drill) Terbaik
Bandingkan fitur, spesifikasi, dan harga Mata Bor Sudut pilihan dari monotaro.id
Produk Mata Bor Sudut
| Products | ||
|---|---|---|
| SKU | S009766774 | S008587790 |
| Model Number | TIN-NC-LDS 3x60 | AGSTDLS3.0-60 |
| Shank Diameter (mm) | 3 | 3 |
| Tip Angle (°) | 60 (Tolerance ±2) | 60 |
| Overall Length (mm) | 48 | 75 (Long Shank) |
| Material / Surface | HSS / TiN Coating | HSS / AG Coating |
| Fitur |
|
|
| Deskripsi | Leading drill presisi tinggi dari OSG. Sangat kaku sehingga tidak mudah meleset saat menyentuh permukaan material keras, memastikan senter lubang sempurna. | Starting drill khusus dari NACHI dengan batang yang diperpanjang. Solusi terbaik untuk mesin CNC yang memiliki gangguan di sekitar titik potong (clearance issue). |
Daftar Isi
Mengapa Menggunakan Mata Bor Sudut (Starting / Leading Drill)?
Mata Bor Sudut (sering disebut Starting Drill, Spotting Drill, atau Leading Drill) adalah alat pemotong krusial dalam dunia permesinan presisi (machining) dan CNC. Berbeda dengan mata bor biasa yang panjang dan fleksibel, mata bor ini didesain sangat pendek dan kaku (rigid). Fungsinya bukan untuk menembus material secara penuh, melainkan hanya untuk membuat titik cekungan awal (dimple) di permukaan benda kerja.
Mengapa langkah ini sangat penting sebelum melakukan pengeboran utama?
- Mencegah Mata Bor Meleset (Wandering): Saat mata bor panjang menyentuh permukaan logam rata, ia cenderung "berjalan" (meluncur keluar dari titik pusat) sebelum mulai memotong. Titik awal (spot) yang dibuat oleh mata bor sudut menahan ujung mata bor utama agar tetap berada tepat di kordinat yang diinginkan.
- Akurasi Titik Pusat (Positional Accuracy): Dalam industri mold maker atau komponen otomotif, toleransi pergeseran lubang bisa sekecil 0.01 mm. Starting drill memastikan lubang utama tidak miring atau bergeser.
- Sekaligus Sebagai Chamfer: Jika Anda membuat spot lebih lebar dari diameter mata bor utama, sisa cekungan tersebut akan otomatis menjadi chamfer (pinggiran tumpul) pada lubang akhir, sehingga Anda tidak perlu melakukan proses deburring tambahan.
Merek Mata Bor Sudut Terbaik
- OSG:
Merek premium asal Jepang yang merajai industri cutting tools dunia. OSG sangat fokus pada material coating kelas atas (seperti TiN). Produk mereka adalah pilihan utama untuk produksi massal CNC berkecepatan tinggi yang membutuhkan stabilitas dan konsistensi dalam pengeboran. - NACHI:
Dikenal luas di kalangan pabrik manufaktur dan bengkel alat berat. NACHI menawarkan inovasi pada desain bodi perkakas, seperti seri Long Shank yang sangat membantu operator mesin CNC saat harus mengebor di area bertingkat atau terhalang komponen lain (clearance limit).
Perbandingan Produk Mata Bor Sudut
1. OSG Leading Drill Tin Coating TIN-NC-LDS
- Rekomendasi Penggunaan: Pilihan mutlak bagi operator mesin CNC yang berurusan dengan berbagai jenis logam keras, termasuk stainless steel atau cast iron.
- Implikasi Teknis: Lapisan TiN (Titanium Nitride) ditandai dengan warna emasnya. Lapisan ini sangat keras dan licin, menurunkan koefisien gesekan secara drastis sehingga mata bor tidak cepat aus (tumpul) saat kecepatan putaran (RPM) dipacu tinggi. Bodi pendeknya (Overall Length 48mm) menghilangkan risiko alat melengkung (deflection) saat menghantam benda kerja.
2. NACHI Starting Drill AG Long Shank
- Rekomendasi Penggunaan: Dikhususkan untuk pengeboran "Deep Hole" bersarang atau mesin dengan jig/fixture tebal yang menghalangi pergerakan kepala spindle.
- Implikasi Teknis: Dengan Overall Length mencapai 75mm (sedangkan OSG hanya 48mm), "Long Shank" ini memungkinkan ujung potong menjangkau lebih dalam ke dalam cetakan (mold) tanpa perlu menggunakan chuck ekstensi yang berisiko mengurangi kepresisian. AG Coating dari NACHI dirancang khusus untuk menahan suhu panas tinggi pada operasi tanpa pendingin (dry machining) atau saat evakuasi gram buruk.
Tips Memilih Mata Bor Sudut
- Sesuaikan Sudut (Point Angle):
- 60 Derajat: Sering dipakai jika Anda akan menahan benda kerja di mesin bubut menggunakan tailstock center, atau untuk persiapan sebelum proses tapping (membuat ulir).
- 90 Derajat: Paling umum digunakan sebagai spot murni karena secara bersamaan akan membentuk chamfer 45° yang rapi di bibir lubang akhir.
- 120 - 140 Derajat: Ideal untuk memandu mata bor HSS modern bersudut 118° atau 135°, karena memastikan ujung bor utama menyentuh dasar cekungan terlebih dahulu.
- Panjang Bodi (Rigidity vs Reach): Pilih bodi sependek mungkin (seperti OSG) untuk akurasi maksimal. Hanya gunakan tipe Long Shank (seperti NACHI) jika kondisi geometri benda kerja memaksa Anda menghindari tabrakan (crash) dengan alat pemegang.
- Pilih Coating yang Tepat: Jika menggunakan pendingin (coolant), TiN Coating sangat baik. Jika pemesinan kering pada baja paduan keras, carilah pelapis AG atau TiAlN.
Saran Penggunaan dan Perawatan Produk
- Rumus Kecepatan (Feed and Speed): Proses spotting tidak boleh didorong terlalu keras. Gunakan RPM tinggi namun dengan laju pemakanan (Feed Rate) yang lebih lambat dibanding pengeboran biasa agar sudut potong membentuk titik sempurna tanpa patah.
- Gunakan Cairan Pendingin (Coolant): Membantu mendinginkan ujung mata bor dan menyapu serpihan gram dari area cekungan agar mata bor utama yang masuk berikutnya tidak terganjal gram sisa.
- Periksa Kesejajaran (Runout): Sebelum menyalakan mesin, pasang mata bor sudut pada collet chuck yang presisi dan periksa putarannya menggunakan Dial Indicator. Runout yang tinggi akan membuat titik senter meleset.
Kendala Umum dan Solusinya (Troubleshooting)
- Ujung Bor Sering Patah (Tip Breakage): Solusi: Terjadi karena gaya tekan ke bawah (feed) terlalu agresif atau Anda menembus terlalu dalam melewati area efektif ujung potong. Kurangi Feed Rate dan pastikan kedalaman pemakanan hanya sedalam ujung kerucut saja.
- Titik Senter Tidak Bulat atau Bergetar (Chattering): Solusi: Putaran mesin (RPM) terlalu lambat sementara tekanan terlalu kuat, atau pencekaman benda kerja kurang stabil. Naikkan RPM dan periksa kembali ragum penjepit.
- Mata Bor Utama Tetap Meleset: Solusi: Anda menggunakan sudut spotting yang salah. Jika mata bor utama bersudut 118°, pastikan sudut spot drill yang digunakan minimal 120° agar sisi luar mata bor tidak menabrak dinding spot lebih dulu.
Pertanyaan Seputar Produk
Apa bedanya Starting Drill (Spot Drill) dengan Center Drill?
Meskipun sering disamakan, keduanya berbeda. Center drill memiliki ujung kecil di depan (pilot) yang dilanjutkan dengan sudut kemiringan, fungsinya khusus untuk membuat lubang penahan di mesin bubut (tailstock). Starting/Spot Drill memiliki profil sudut lurus berbentuk V (tanpa pilot), lebih kaku, dan dirancang murni untuk menandai titik awal pengeboran agar akurat.
Apakah mata bor ini bisa untuk chamfering?
Sangat bisa. Jika Anda menggunakan Spotting Drill 90 derajat, Anda dapat menekannya sedikit lebih dalam melebihi radius mata bor yang akan digunakan nanti. Sisa kemiringan ini akan meninggalkan bekas chamfer 45 derajat (pinggiran miring) di sekeliling lubang yang bersih dan rapi.
Mengapa menggunakan sudut 60 derajat?
Sudut 60° (seperti pada OSG dan NACHI di atas) digunakan ketika Anda merencanakan proses Tapping (pembuatan ulir) setelahnya, karena profil ulir pada umumnya memiliki sudut 60°. Ini memastikan chamfer yang dihasilkan sesuai dengan masuknya mata tap.


















































































































































