Fluktuasi harga barang dan jasa menjadi tantangan utama dalam pengelolaan anggaran tahunan perusahaan. Kenaikan biaya bahan baku, perubahan kurs, dan faktor logistik sering membuat realisasi budget tidak sesuai perencanaan awal, sehingga berdampak pada efisiensi operasional.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan perlu menerapkan strategi pengadaan yang lebih proaktif, salah satunya melalui strategi locking price. Dengan mengunci harga untuk periode tertentu, perusahaan dapat memperoleh kepastian biaya, menjaga stabilitas budget tahunan, dan meningkatkan akurasi perencanaan keuangan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

 

Apa Itu Strategi Locking Price?

 

Strategi locking price adalah pendekatan dalam pengadaan barang dan jasa di mana perusahaan mengunci harga tententu untuk jangka waktu tertentu melalui kesepakatan dengan vendor atau pemasok. Dengan strategi ini, harga yang telah disepakati tidak berubah meskipun terjadi kenaikan harga pasar selama periode kontrak berlangsung.

 

Dalam praktiknya, locking price biasanya diterapkan melalui kontrak harga tetap, perjanjian pembelian jangka panjang, atau kesepakatan berbasis volume. Strategi ini memungkinkan perusahaan memperoleh kepastian biaya sejak awal, sehingga perencanaan anggaran menjadi lebih akurat dan risiko pembengkakan biaya dapat diminimalkan.

 

Berbeda dengan pembelian spot yang mengikuti harga pasar saat transaksi dilakukan, strategi locking price bersifat lebih proaktif dan strategis karena berfokus pada stabilitas budget dan kontrol biaya jangka menengah hingga panjang.

 

Mengapa Locking Price Penting untuk Stabilitas Budget Tahunan

 

Strategi locking price penting untuk menjaga stabilitas budget tahunan karena memberikan kepastian biaya di tengah fluktuasi harga pasar. Dengan harga yang sudah dikunci sejak awal, perusahaan dapat terhindar dari risiko kenaikan harga mendadak yang berpotensi menyebabkan pembengkakan anggaran di tengah periode berjalan.

 

 

Selain itu, locking price membantu meningkatkan akurasi perencanaan keuangan. Divisi keuangan dan procurement dapat menyusun anggaran dengan lebih realistis, menjaga konsistensi biaya operasional antar departemen, serta memperkuat kontrol pengeluaran. Pada akhirnya, strategi ini mendukung efisiensi biaya dan membantu perusahaan mencapai target anggaran secara lebih terukur dan berkelanjutan.

 

Jenis-jenis Skema Locking Price dalam Pengadaan

 

  • 1
    Kontrak Harga Tetap (Fixed Price Contract)
    Skema di mana harga barang atau jasa ditetapkan sejak awal dan tidak berubah selama masa kontrak, terlepas dari fluktuasi harga pasar. Cocok untuk kebutuhan rutin dan volume yang relatif stabil.
  • 2
    Kontrak Jangka Panjang dengan Vendor
    Perusahaan menjalin kerja sama dalam periode tertentu (misalnya 6 bulan atau 1 tahun) dengan harga yang telah disepakati. Skema ini memberikan kepastian biaya sekaligus menjaga ketersediaan pasokan.
  • 3
    Blanket Purchase Agreement (BPA)
    Kesepakatan pembelian berulang dengan harga tetap untuk periode tertentu, sementara pengiriman dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. BPA efektif untuk menghindari pembelian spot yang tidak terkontrol.
  • 4
    Kesepakatan Harga Berbasis Volume
    Harga dikunci berdasarkan komitmen jumlah pembelian tertentu. Semakin besar volume yang disepakati, semakin kompetitif harga yang diperoleh, sehingga mendukung efisiensi anggaran.
  • 5
    Harga Khusus untuk Periode Tertentu
    Skema penguncian harga yang berlaku dalam jangka waktu terbatas, misalnya per kuartal atau semester. Strategi ini cocok bagi perusahaan yang ingin menjaga fleksibilitas tanpa kehilangan kontrol biaya.

 

Langkah Menerapkan Strategi Locking Price yang Efektif

 

1
Analisis Histori Pembelian
Tinjau data pembelian periode sebelumnya untuk mengetahui pola konsumsi, frekuensi pembelian, dan potensi fluktuasi harga. Data ini menjadi dasar penentuan strategi yang tepat.
2
Menentukan Produk dan Volume Kebutuhan
Identifikasi barang atau jasa dengan kebutuhan rutin dan volume relatif stabil. Penentuan jumlah yang akurat membantu menghindari risiko kelebihan atau kekurangan stok.
3
Menetapkan Periode Penguncian Harga
Sesuaikan durasi locking price dengan siklus anggaran perusahaan, seperti per kuartal atau tahunan, agar tetap fleksibel namun terkontrol.
4
Memilih Vendor yang Kredibel
Pastikan vendor memiliki reputasi baik, transparansi harga, dan kemampuan memenuhi komitmen pasokan selama periode kontrak.
5
Melakukan Negosiasi yang Terukur
Negosiasikan harga, skema pengiriman, dan ketentuan lain secara jelas untuk memastikan harga yang dikunci tetap kompetitif dan menguntungkan kedua pihak.
6
Monitoring dan Evaluasi Berkala
Pantau realisasi pembelian dan bandingkan dengan perencanaan awal. Evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan strategi locking price berjalan efektif dan sesuai kebutuhan operasional.

 

Dengan langkah yang terstruktur, strategi locking price dapat menjadi alat yang kuat untuk menjaga stabilitas budget dan meningkatkan efisiensi pengadaan.

 

monotaro.id sebagai E-Commerce Pengadaan dengan Fitur Blanket Order

 

Sebagai platform e-commerce pengadaan B2B, Monotaro.id menghadirkan solusi blanket order yang mendukung penerapan strategi locking price secara lebih praktis dan terkontrol. Melalui skema ini perusahaan dapat mengunci harga untuk periode tertentu sementara proses pemesanan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional.

 

Fitur blanket order di monotaro.id memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas budget tahunan tanpa harus melakukan pembelian besar sekaligus. Harga yang telah disepakati tetap konsisten selama masa kontrak, sehingga risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan, sementara cash flow tetap terjaga.

 

Didukung dengan sistem digital yang transparan, seluruh transaksi blanket order tercatat secara rapi dan mudah dimonitor. Hal ini memudahkan tim procurement dan finance dalam melakukan kontrol anggaran, audit internal, serta evaluasi realisasi pembelian. Dengan pendekatan ini, monotaro.id membantu perusahaan menjalankan strategi locking price secara lebih efisien.