HAMMER VS MALLET


Aspek Hammer (Palu Besi) Mallet (Palu Lembut)
Tujuan utama Menancapkan paku, pembongkaran, benturan kuat Memukul tanpa merusak permukaan
Material kepala Baja / besi keras Kayu, karet, nilon
Efek pada material Tinggi, bisa meninggalkan bekas Lembut, minim bekas
Contoh penggunaan Nailing, demolition ringan Menyusun parket, furniture, cetakan
Kelebihan Benturan kuat, serbaguna Tidak merusak permukaan
Kekurangan Bisa merusak finishing Tidak untuk benturan berat
Contoh hammer vs mallet 2
hammer vs mallet

 

HAMMER VS NAIL GUN


Aspek Hammer Nail Gun (Pistol Paku)
Cara kerja Manual (palu tangan) Pneumatik / listrik / baterai
Kebutuhan udara / listrik Tidak perlu Ya (untuk beberapa model)
Kecepatan pemasangan paku Lambat Cepat sekali
Kelelahan operator Lebih cepat lelah Lebih ringan
Presisi pengaturan jarak paku Manual Lebih konsisten
Resiko keselamatan Risiko salah pukul jari Risiko tembakan salah
Contoh hammer vs nail gun
hammer vs nail gun

 

Berat Hammer (Palu) & Kegunaannya


Prinsip Utama
Semakin berat hammer -> semakin besar gaya pukul, tapi kontrol makin rendah & risiko kerusakan makin tinggi jika salah aplikasi.

Berat Hammer Jenis Umum Kegunaan
225-340 g (8-12 oz) Claw Hammer ringan Paku kecil, pekerjaan kayu ringan
450-570 g (16-20 oz) Claw Hammer standar Furniture, konstruksi kayu
680-900 g (24-32 oz) Claw Hammer berat Kayu keras, paku besar
225-450 g Ball Peen Hammer Pekerjaan logam, riveting
900 g - 4 kg Sledge Hammer Pembongkaran, beton, pondasi
Variatif (ringan-sedang) Rubber / Dead Blow Material sensitif, alignment

⚠️ Kesalahan Umum

  • Hammer terlalu ringan -> kerja lama, tenaga terbuang
  • Hammer terlalu berat -> tangan cepat lelah, hasil tidak presisi
  • Rubber mallet dipakai untuk paku -> tidak efektif
  • Sledge hammer untuk pekerjaan presisi -> berisiko tinggi

 

Contoh Pekerjaan & Kesalahan Umum Saat Menggunakan Hammer


  • Claw Hammer (Palu Cakar)

    Digunakan untuk memukul paku ke material kayu dengan permukaan palu yang datar bukan untuk memukul logam di atas landasan besi. Resikonya adalah kepala palu cepat rusak, pukulan tidak efektif dan berbahaya karena logam bisa terpental.

  • Ball Peen Hammer

    Digunakan untuk pekerjaan logam, seperti membentuk, meratakan, atau riveting di atas anvil bukan digunakan untuk memukul paku kayu. Resikonya adalah kepala paku rusak, kayu pecah, dan hasil kerja tidak rapi.

  • Sledge Hammer

    Digunakan untuk pembongkaran, seperti memecah beton atau batu bukan untuk pekerjaan ringan seperti memukul palu kecil. Resikonya adalah paku bengkok, material rusak, dan sangat tidak aman.

  • Rubber Hammer / Mallet

    Digunakan untuk memasang keramik atau menyetel material sensitif tanpa merusak permukaan bukan digunakan pada material keras seperti batu bata atau beton. Resikonya adalah pukulan tidak efektif dan kepala palu cepat aus.

  • Dead Blow Hammer

    Digunakan untuk penyetelan presisi, seperti mengatur posisi komponen tanpa pantulan balik, bukan untuk memukul dinding atau batu keras. Resikonya adalah fungsi utama hilang dan alat cepat rusak.