Biaya sewa dan pengelolaan gudang sering kali menjadi beban tersembunyi dalam operasional perusahaan. Penumpukan stok tidak hanya menghabiskan ruang penyimpanan, tetapi juga menahan modal kerja serta meningkatkan risiko kerusakan hingga barang kadaluwarsa. Melalui pendekatan Lean Procurement, perusahaan dapat mengelola proses pengadaan secara lebih efisien dengan menyesuaikan jumlah stok berdasarkan kebutuhan aktual.

Apa Itu Lean Procurement?

 

Lean procurement adalah pendekatan pengadaan yang berfokus pada efisiensi dengan cara menghilangkan pemborosan (waste) dalam seluruh proses pembelian barang dan jasa. Tujuannya adalah memastikan perusahaan mendapatkan produk yang tepat, dalam jumlah yang sesuai, pada waktu yang dibutuhkan, tanpa menimbulkan biaya dan stok berlebih.

 

Berbeda dengan pengadaan konvensional yang cenderung menumpuk barang untuk berjaga-jaga, lean procurement mengutamakan pengadaan berbasis kebutuhan aktual (demand-driven). Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk berkolaborasi lebih strategis dengan supplier, menyederhanakan proses pengadaan, serta mengoptimalkan manajemen persediaan agar operasional tetap lancar tanpa membebani gudang dan arus kas.

Biaya Tersembunyi dalam Sewa & Pengelolaan Gudang

 

Sewa gudang sering dianggap sebagai biaya tetap yang wajar dalam operasional perusahaan. Padahal, di baliknya terdapat berbagai biaya tersembunyi yang dapat membebani anggaran secara signifikan. Inilah sebabnya pengelolaan gudang yang tidak efisien sering menjadi salah satu sumber pemborosan terbesar.

 

  • Biaya Operasional
    Biaya Operasional Tambahan
    Selain biaya sewa ruang, perusahaan juga harus menanggung biaya operasional seperti tenaga kerja gudang, listrik, keamanan, serta perawatan fasilitas.
  • Risiko Kerusakan
    Risiko Kerusakan & Barang Kedaluwarsa
    Penumpukan stok dalam jangka panjang meningkatkan risiko penurunan kualitas hingga barang kedaluwarsa, terutama untuk produk consumable dan MRO.
  • Modal Tertahan
    Modal Kerja yang Tertahan
    Stok berlebih membuat modal perusahaan tertahan dalam bentuk persediaan yang belum tentu segera digunakan, menimbulkan kerugian finansial tidak langsung.
  • Fleksibilitas Berkurang
    Fleksibilitas Operasional Berkurang
    Ketika kebutuhan barang berubah atau volume permintaan menurun, perusahaan tetap harus menanggung biaya penyimpanan yang sama jika gudang terlalu penuh.

Blanket Order sebagai Strategi Lean Procurement

 

Salah satu strategi yang efektif adalah penerapan Blanket Order. Ini adalah metode pengadaan di mana perusahaan membuat kesepakatan pembelian untuk jangka waktu tertentu dengan volume dan spesifikasi yang telah ditentukan di awal, namun pengirimannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

 

Berikut adalah bagaimana alur kerja Blanket Order membantu efisiensi:

 

1
Kesepakatan Awal (Kontrak)
Perusahaan dan supplier menyepakati jenis barang, harga, dan total volume untuk periode tertentu (misal: 6 bulan atau 1 tahun) di awal. Harga terkunci dan syarat pembelian menjadi jelas.
2
Penyimpanan di Sisi Supplier
Supplier (seperti monotaro.id) menyiapkan dan menyimpan stok sesuai kesepakatan di gudang mereka. Perusahaan tidak perlu menumpuk barang di gudang internal sendiri.
3
Pengiriman Bertahap (Just-in-Time)
Pengiriman dilakukan secara berkala (parsial) hanya ketika perusahaan membutuhkan barang tersebut (berdasarkan demand aktual operasional).
4
Hasil: Efisiensi Biaya & Ruang
Perusahaan mendapatkan kepastian pasokan tanpa overstock. Biaya sewa gudang berkurang, arus kas lebih sehat, dan risiko barang rusak dapat ditekan.

Manfaat Langsung bagi Perusahaan

 

Penerapan lean procurement melalui skema blanket order di monotaro.id memberikan manfaat nyata bagi operasional perusahaan:

 

  • Pengurangan Biaya Gudang: Dengan menyimpan stok di gudang Monotaro, biaya sewa serta pengelolaan gudang internal berkurang secara signifikan.
  • Arus Kas Lebih Efisien: Perusahaan tidak perlu menahan modal dalam bentuk stok berlebih karena barang dikirim dan dibayar berdasarkan kebutuhan aktual.
  • Mitigasi Risiko: Risiko overstock, kerusakan, dan barang kedaluwarsa dapat ditekan seminimal mungkin.
  • Fleksibilitas Tinggi: Operasional menjadi lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan dan pengadaan berjalan lebih terencana.

 

Dengan dukungan sistem logistik monotaro.id, blanket order menjadi solusi praktis untuk menerapkan lean procurement secara lebih terkontrol.