
Dalam berbagai aktivitas laboratorium baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun industri pemilihan material alat laboratorium memiliki peran yang sangat krusial. Salah satu komponen yang paling sering digunakan adalah glassware laboratorium, seperti beaker, labu ukur, tabung reaksi, dan erlenmeyer. Meski terlihat serupa, jenis kaca yang digunakan pada glassware sangat mempengaruhi tingkat keamanan, ketahanan, serta keakuratan hasil eksperimen.
Dua jenis material kaca yang paling umum digunakan di laboratorium adalah borosilicate glass dan soda lime glass. Keduanya memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda, terutama dalam hal ketahanan terhadap panas, perubahan suhu, serta paparan bahan kimia. Perbedaan ini sering kali menjadi faktor penentu apakah suatu glassware cocok digunakan untuk aplikasi tertentu atau justru berisiko menimbulkan kerusakan dan kecelakaan kerja.
Apa Itu Borosilicate Glass
Borosilicate glass adalah jenis kaca khusus yang dibuat dari campuran utama silika (SiO₂) dan boro oksida (B₂O₃). Penambahan boron oksida memberikan sifat unggul pada kaca, terutama dalam hal ketahan terhadap panas, kejutan termal, dan bahan kimia, sehingga sangat ideal untuk penggunaan laboratorium.
Salah satu karakteristik utama borosilicate glass adalah koefisien muai termal yang sangat rendah. Artinya, kaca ini tidak mudah retak atau pecah ketika mengalami perubahan suhu yang cepat, seperti saat dipanaskan diatas hot plate lalu didinginkan. Inilah alasan mengapa borosilicate glass banyak digunakan dalam eksperimen yang melibatkan pemanasan, pendinginan, maupun reaksi kimia bersuhu tinggi.
Selain tahan panas, borosilicate glass juga memiliki ketahanan kimia yang sangat baik. Material ini relatif inert terhadap berbagai asam, basa, dan pelarut kimia, sehingga tidak mudah bereaksi atau mencemari sampel. Hal tersebut menjadikan borosilicate glass sebagai pilihan utama untuk glassware presisi seperti beaker, labu ukur, erlenmeyer, tabung reaksi, hingga kondensor.
Karena keunggulan tersebut, borosilicate glass banyak digunakan di laboratorium penelitian, laboratorium industri, fasilitas medis, hingga institusi pendidikan. Meski harganya relatif lebih tinggi dibandingkan soda lime glass, tingkat keamanan, daya tahan, dan kehandalannya membuat borosilicate glass menjadi investasi jangka panjang yang lebih aman untuk aktivitas laboratorium.
Baca Juga: Mengenal Jenis Filtrasi Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya
Apa Itu Soda Lime Glass
Soda lime glass adalah jenis kaca yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan juga ditemukan pada beberapa peralatan laboratorium. Kaca ini tersusun dari campuran silika (SiO₂), soda abu atau natrium oksida (Na₂O), dan kapur atau kalsium oksida (CaO). komposisi tersebut membuat soda lime glass mudah diproduksi dan memiliki biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan jenis kaca lainnya.
Dari segi karakteristik, soda lime glass memiliki koefisien muai termal yang lebih tinggi dibandingkan borosilicate glass. Artinya, material ini lebih sensitif terhadap perubahan suhu yang mendadak dan berisiko mengalami retak atau pecah jika terkena kejutan termal. Oleh karena itu, soda lime glass tidak direkomendasikan untuk aplikasi laboratorium yang melibatkan pemanasan langsung atau suhu tinggi.
Dalam hal ketahanan kimia, soda lime glass cukup baik untuk penggunaan umum, terutama saat berinteraksi dengan zat netral atau larutan berkonsentrasi rendah. Namun, material ini kurang tahan terhadap asam kuat, basa kuat, dan bahan kimia agresif, sehingga berpotensi mengalami korosi atau kontaminasi pada penggunaan jangka panjang.
Meski memiliki keterbatasan, soda lime glass masih digunakan di laboratorium untuk aplikasi non-kritis, seperti wadah penyimpanan sementara, botol reagen sederhana, atau kegiatan praktikum dasar dengan suhu rendah. Keunggulan utamanya terletak pada harga yang lebih ekonomis dan ketersediaan yang luas, sehingga cocok untuk penggunaan dengan risiko rendah dan kebutuhan dasar.
Perbandingan Kinerja Borosilicate Glass dan Soda Lime Glass
Untuk menentukan jenis kaca yang paling sesuai digunakan di laboratorium, penting untuk memahami perbedaan kinerja antara borosilicate glass dan soda lime glass dari berbagai aspek utama.
|
Aspek Kinerja |
Borosilicate Glass |
Soda Lime Glass |
|
Ketahanan panas |
Sangat tinggi, mampu menahan suhu tinggi secara stabil |
Rendah hingga sedang, tidak cocok untuk suhu tinggi |
|
Ketahanan terhadap kejutan termal |
Sangat baik, tidak mudah retak saat perubahan suhu mendadak |
Rendah, berisiko pecah jika dipanaskan atau didinginkan terlalu cepat |
|
Ketahanan kimia |
Sangat baik, tahan terhadap asam, basa, dan pelarut kimia |
Terbatas, kurang tahan terhadap bahan kimia agresif |
|
Akurasi pengukuran |
Tinggi, stabil terhadap deformasi akibat panas |
Lebih rendah, dapat terpengaruh perubahan suhu |
|
Keamanan penggunaan |
Lebih aman untuk aplikasi kritis dan jangka panjang |
Cocok untuk penggunaan sederhana dan berisiko rendah |
Secara keseluruhan, borosilicate glass unggul dari segi performa dan keamanan, terutama untuk aplikasi laboratorium yang melibatkan suhu tinggi, reaksi kimia aktif, dan kebutuhan presisi. Sementara itu, soda lime glass lebih sesuai untuk penggunaan dasar dengan risiko rendah.
Baca Juga: Fungsi, Ukuran, dan Cara Menggunakan Pipet Laboratorium
Kapan Memilih Borosilicate Glass?

Borosilicate glass merupakan pilihan utama dalam berbagai aktivitas laboratorium yang menuntut keamanan tinggi, ketahanan material, dan akurasi hasil.
- Eksperimen dengan Suhu Tinggi
Borosilicate glass sangat ideal untuk proses yang melibatkan pemanasan langsung, seperti penggunaan hot plate, burner, atau autoklaf. Ketahanannya terhadap suhu tinggi membuat kaca tidak mudah berubah bentuk atau pecah. - Perubahan Suhu yang Cepat (Thermal Shock)
Jika eksperimen memerlukan pemanasan dan pendinginan secara bergantian atau mendadak borosilicate glass lebih aman digunakan karena memiliki koefisien muai termal yang rendah. - Reaksi dengan Bahan Kimia Agresif
Untuk penggunaan asam kuat, basa kuat, atau pelarut kimia tertentu, borosilicate glass memberikan perlindungan lebih baik karena sifatnya yang lebih aman inert dan tahan korosi. - Kebutuhan Akurasi dan Presisi Tinggi
Glassware borosilicate mampu menjaga stabilitas bentuk dan volume meskipun digunakan berulang kali dalam kondisi ekstrem, sehingga cocok untuk pengukuran dan analisis yang menuntut ketelitian tinggi. - Penggunaan Jangka Panjang dan Intensif
Laboratorium dengan frekuensi penggunaan tinggi akan lebih diuntungkan dengan borosilicate glass karena umur pakainya yang lebih panjang dan risiko kerusakan yang lebih rendah. - Standar Keselamatan Laboratorium yang Ketat
Untuk laboratorium penelitian, industri, atau fasilitas medis yang menerapkan standar keselamatan tinggi, borosilicate glass menjadi pilihan yang lebih aman dan andal.
Baca Juga: Cara Mengukur pH
Kapan Memilih Soda Lime Glass?

Meskipun memiliki keterbatasan dibandingkan borosilicate glass, soda lime glass tetap dapat digunakan di laboratorium untuk kondisi dan aplikasi tertentu. Pemilihan jenis kaca ini tepat apabila kebutuhan laboratorium berada pada tingkat risiko yang rendah tidak melibatkan kondisi ekstrem.
- Aplikasi Tanpa Pemanasan atau Suhu Rendah
Soda lime glass cocok digunakan untuk kegiatan laboratorium yang tidak memerlukan pemanasan langsung atau hanya melibatkan suhu ruangan hingga suhu rendah. - Penggunaan untuk Bahan Kimia Non-Agresif
Untuk larutan netral atau bahan kimia dengan konsentrasi rendah, soda lime glass masih aman digunakan tanpa risiko reaksi atau korosi yang signifikan. - Kegiatan Praktikum Dasar atau Edukasi
Dalam kegiatan pembelajaran atau praktikum sederhana, soda lime glass dapat menjadi pilihan ekonomis, terutama untuk penggunaan sementara atau dalam jumlah besar. - Wadah Penyimpanan Sementara
Soda lime glass sesuai digunakan sebagai wadah penyimpanan sementara untuk sampel atau reagen yang tidak sensitif terhadap material kaca. - Pertimbangan Efisiensi Biaya
Jika anggaran menjadi faktor utama dan risiko penggunaan dapat dikendalikan, soda lime glass menawarkan solusi yang lebih terjangkau dibandingkan borosilicate glass. - Lingkungan Laboratorium dengan Risiko Rendah
Laboratorium yang tidak melakukan eksperimen bersuhu tinggi atau reaksi kimia agresif masih dapat memanfaatkan soda lime glass secara aman.
Kesimpulan
Pemilihan jenis kaca pada glassware laboratorium merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan, karena secara langsung mempengaruhi keamanan kerja, ketahanan alat, serta keakuratan hasil eksperimen. Meski secara visual terlihat serupa, borosilicate glass dan soda lime glass memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan dirancang untuk kebutuhan penggunaan yang berbeda pula.
Borosilicate glass unggul dalam hal ketahanan panas, ketahanan terhadap kejutan termal, serta resistansi terhadap bahan kimia agresif, sehingga sangat cocok digunakan untuk eksperimen bersuhu tinggi, reaksi kimia aktif, dan aktivitas laboratorium yang menuntut presisi serta standar keselamatan tinggi. Meskipun memiliki harga yang lebih tinggi, borosilicate glass menawarkan keandalan dan umur pakai yang lebih panjang, menjadikannya investasi jangka panjang yang aman bagi laboratorium.
Sementara itu, soda lime glass tetap memiliki peran dalam laboratorium untuk aplikasi non-kritis, seperti praktikum dasar, penyimpanan sementara, atau penggunaan dengan suhu rendah dan bahan kimia non-agresif. Keunggulan utama soda lime glass terletak pada efisiensi biaya dan ketersediaannya yang luas, sehingga sesuai untuk kebutuhan laboratorium dengan risiko rendah dan anggaran terbatas.
Dengan memahami perbedaan karakteristik dan kinerja kedua jenis kaca tersebut, pengguna laboratorium dapat menentukan glassware yang paling tepat sesuai kebutuhan aplikasi, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan alat dan kecelakaan kerja. Pemilihan material yang tepat bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang keselamatan, efektivitas, dan kualitas hasil kerja laboratorium.




























































































































































