
Produk yang dijual di toko ritel, department store, supermarket, dan berbagai tempat lainnya umumnya dilengkapi dengan barcode. Untuk membaca informasi yang tersimpan dalam barcode tersebut, digunakan perangkat yang disebut barcode reader atau scanner barcode.
Namun, scanner barcode tersedia dalam berbagai jenis. Perbedaannya dapat dilihat dari jenis barcode yang dapat dibaca, metode pemindaian, bentuk perangkat, hingga cara penggunaannya. Oleh karena itu, penting untuk memilih scanner barcode yang sesuai dengan kebutuhan agar proses pemindaian dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.
Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis serta cara memilih scanner barcode yang tepat sesuai kebutuhan dan penggunaannya.
Apa Itu Scanner Barcode?
Scanner barcode adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi dan membaca barcode secara optik. Perangkat ini banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari toko ritel seperti supermarket dan minimarket, hingga pabrik, gudang, logistik, serta sistem penerimaan atau registrasi.
Pada dasarnya, barcode merupakan data yang dikodekan dalam bentuk garis-garis hitam dengan ketebalan berbeda dan ruang putih di antaranya. Untuk membacanya, sumber cahaya pada scanner barcode akan memancarkan cahaya ke permukaan barcode. Perangkat kemudian mendeteksi pola pantulan cahaya tersebut dan mengubahnya menjadi sinyal listrik atau karakter (teks) yang dapat dikenali dan diproses oleh komputer.
Dalam penggunaannya, scanner barcode dapat membaca informasi seperti nama produk, harga, atau kode barang, kemudian mengirimkan data tersebut ke sistem komputer. Data ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti proses transaksi di kasir, pengecekan stok, pengelolaan inventaris, hingga analisis perilaku konsumen.
Scanner barcode tersedia dalam berbagai jenis. Perbedaannya dapat dilihat dari komponen optik, metode pemindaian, bentuk dan ukuran perangkat, hingga cara penggunaannya. Untuk membantu Anda menentukan pilihan yang tepat, berikut empat hal utama yang perlu diperhatikan saat memilih scanner.
Pilih Scanner Berdasarkan Jenis Barcode yang Akan Dibaca
Barcode memiliki lebih dari 100 jenis dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan scanner perlu disesuaikan dengan jenis barcode yang akan dipindai. Secara umum, barcode dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu barcode satu dimensi (1D) dan barcode dua dimensi (2D).
1. Barcode Satu Dimensi (1D)

Barcode satu dimensi merupakan jenis barcode yang paling umum digunakan. Bentuknya berupa garis-garis hitam dengan ketebalan berbeda dan ruang putih di antaranya sehingga membentuk pola linear.
Barcode 1D umumnya dibaca dari kiri ke kanan dan pada banyak jenisnya terdapat digit pemeriksa (check digit). Digit ini merupakan angka yang ditambahkan pada bagian akhir barcode untuk membantu memverifikasi apakah data telah terbaca dengan benar.
Karena kapasitas datanya relatif kecil, barcode 1D memiliki keunggulan berupa kecepatan pemindaian yang tinggi. Selain itu, barcode jenis ini juga relatif mudah dibaca dan memiliki risiko kesalahan pemindaian yang rendah.
Berikut beberapa jenis barcode1D yang umum digunakan:
EAN

EAN merupakan salah satu jenis barcode yang paling umum digunakan untuk identifikasi produk, terutama di sektor ritel. Barcode ini terdiri dari 13 atau 8 digit angka (0–9) dan banyak ditemukan pada kemasan produk yang dijual di toko, supermarket, dan minimarket.
Code 39

Code 39 merupakan barcode yang dapat terdiri dari angka, simbol, huruf alfabet, serta kode awal dan akhir (start/stop code). Jumlah karakternya dapat bervariasi sesuai kebutuhan. Karena cocok untuk pengelolaan nomor part atau kode produk, barcode ini banyak digunakan untuk keperluan industri, termasuk industri otomotif dan manufaktur.
Codabar (NW7)

Codabar, yang juga dikenal sebagai NW7, merupakan barcode yang menggunakan angka, simbol, serta kode awal dan akhir (start/stop code). Jumlah karakternya dapat bervariasi. Meskipun penggunaannya lebih terbatas, strukturnya yang relatif sederhana membuat barcode ini mudah dicetak. Codabar antara lain digunakan untuk pengelolaan data kantong darah, distribusi dan pengiriman paket, serta kartu anggota.
2. Barcode Dua Dimensi (2D)
Barcode dua dimensi merupakan jenis barcode yang dapat menyimpan informasi tidak hanya secara horizontal, tetapi juga secara vertikal. Contohnya adalah QR Code, Data Matrix, dan PDF417.
Dibandingkan dengan barcode 1D, barcode 2D mampu menyimpan lebih banyak data dalam area yang lebih kecil. Kapasitasnya dapat mencapai beberapa kilobyte, sehingga memungkinkan penyimpanan informasi yang lebih kompleks, termasuk data dalam jumlah besar dan informasi berbasis gambar, tanpa membutuhkan area cetak yang luas.
Karena memiliki kapasitas data yang besar dan bentuk yang lebih ringkas, barcode 2D banyak digunakan pada berbagai kebutuhan seperti pelacakan produk, manajemen inventaris, logistik, pembayaran, hingga penyimpanan informasi produk.
Berikut beberapa jenis barcode 2D yang umum digunakan:
QR Code

QR Code (Quick Response Code) merupakan salah satu jenis barcode 2D yang paling banyak digunakan saat ini. QR Code dapat menyimpan berbagai informasi, seperti teks, URL, nomor, dan data lainnya.
Penggunaannya sangat luas, mulai dari pembayaran digital, promosi, informasi produk, tiket, registrasi, hingga autentikasi.
Karena banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, scanner barcode yang mendukung QR Code menjadi pilihan praktis untuk bisnis, retail, gudang, maupun operasional lainnya.
Data Matrix

Data Matrix merupakan salah satu jenis barcode 2D yang dapat menyimpan banyak data dalam ukuran yang relatif kecil. Karena itu, barcode ini cocok digunakan pada produk atau komponen dengan ruang cetak yang terbatas.
Data Matrix banyak digunakan dalam manufaktur, industri elektronik, otomotif, serta pelacakan komponen dan produk. Jenis barcode ini juga cocok untuk memberikan identitas unik pada barang berukuran kecil.
PDF417
PDF417 merupakan salah satu jenis barcode 2D yang dapat menyimpan data dalam jumlah lebih banyak dibandingkan barcode 1D. Karena kapasitasnya cukup besar, PDF417 dapat digunakan untuk menyimpan berbagai informasi dalam satu kode.
Barcode ini banyak digunakan untuk kebutuhan identifikasi dan pengelolaan data yang memerlukan kapasitas penyimpanan informasi yang lebih besar.
Pilih Scanner Barcode Berdasarkan Metode Koneksinya
Cara scanner barcode terhubung ke komputer atau perangkat lainnya (interface) juga perlu diperhatikan saat memilih scanner. Secara umum, metode koneksi scanner barcode terbagi menjadi dua jenis, yaitu kabel dan nirkabel.
1. Scanner Barcode Kabel
Scanner barcode kabel digunakan dengan cara menghubungkannya langsung ke komputer atau mesin kasir (POS). Beberapa jenis scanner barcode menggunakan koneksi USB atau PS/2 keyboard, seperti halnya perangkat keyboard eksternal. Ada juga scanner barcode yang menggunakan koneksi RS-232C dan terhubung ke port COM komputer sebagai perangkat serial.
Saat ini, scanner barcode dengan koneksi USB lebih banyak digunakan karena praktis dan kompatibel dengan berbagai perangkat komputer.
Penggunaan utama:
Scanner barcode kabel banyak digunakan untuk transaksi di toko ritel dan bisnis jasa, pengelolaan data pelanggan atau penerimaan, serta proses penerimaan dan pengiriman barang.
2. Scanner Barcode Nirkabel
Scanner barcode nirkabel menggunakan teknologi seperti Bluetooth untuk mengirimkan data hasil pemindaian ke komputer, tablet, atau perangkat lainnya.
Karena tidak memerlukan kabel yang terhubung secara langsung, scanner barcode nirkabel memberikan fleksibilitas dan jangkauan gerak yang lebih luas. Jenis scanner barcode ini cocok digunakan pada berbagai lingkungan kerja yang membutuhkan mobilitas tinggi.
Penggunaan utama:
Scanner barcode nirkabel dapat digunakan untuk proses penerimaan dan pengiriman barang di industri manufaktur dan transportasi, pengelolaan stok, pengambilan dan penerimaan paket, serta pengelolaan peralatan medis dan rekam medis di fasilitas kesehatan
Pilih Scanner Barcode Berdasarkan Metode Pemindaian
Cara scanner membaca barcode berbeda-beda, tergantung pada komponen optik dan teknologi sensor yang digunakan. Setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis barcode serta kebutuhan penggunaan.
Berikut beberapa metode pemindaian scanner barcode yang umum digunakan:
1. CCD (Touch)

Metode CCD Touch merupakan jenis scanner barcode yang digunakan dengan cara menempelkan scanner barcode langsung pada permukaan barcode. Cahaya dari LED merah akan menerangi barcode secara merata, kemudian cermin dan lensa memproyeksikan pola barcode ke sensor CCD untuk dibaca.
Keunggulan metode ini adalah tingkat keberhasilan pemindaian yang tinggi, mudah digunakan, memiliki ukuran yang relatif kecil, serta harganya cenderung terjangkau. Namun, lebar area pemindaiannya terbatas. Oleh karena itu, pilih scanner barcode yang sesuai dengan ukuran dan jenis barcode yang akan dibaca.
Scanner barcode CCD Touch umumnya digunakan untuk transaksi di kasir dan pemrosesan dokumen atau surat jalan.
2. CCD (Jarak Jauh)

Berbeda dengan tipe Touch, CCD jarak jauh dapat membaca barcode dengan posisi scanner barcode sekitar beberapa sentimeter hingga 20 cm dari barcode. Prinsip kerjanya hampir sama dengan CCD Touch.
Karena dapat digunakan tanpa menyentuh barcode, scanner jenis ini mampu membaca barcode yang lebih panjang yang mungkin tidak dapat dipindai menggunakan tipe Touch. Kecepatan pemindaiannya juga tinggi dan mampu mengenali barcode berukuran kecil dengan baik.
Karena karakteristik tersebut, scanner barcode CCD jarak jauh banyak digunakan untuk pemeriksaan barang saat proses penerimaan dan pengiriman di bidang logistik.
3. Laser

Sesuai namanya, scanner barcode laser menggunakan sinar laser yang dipancarkan dan digerakkan untuk memindai barcode. Pemindaian dilakukan tanpa harus menempelkan scanner pada barcode.
Salah satu keunggulannya adalah jangkauan pembacaan yang lebih jauh berkat karakteristik sinar laser. Beberapa scanner laser bahkan dapat membaca barcode dari jarak hingga beberapa meter.
Metode ini juga cocok untuk membaca barcode berukuran lebar, barcode pada permukaan melengkung, maupun barcode dengan kualitas cetak yang kurang baik.
4. Imager (Kamera)

Scanner dengan metode imager atau kamera menggunakan sensor untuk menangkap barcode sebagai gambar, kemudian memproses gambar tersebut untuk mengenali dan menerjemahkan data yang tersimpan di dalamnya.
Metode ini mendukung barcode dua dimensi (2D) seperti QR Code. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan membaca barcode dari berbagai arah hingga 360°, sehingga posisi scanner tidak harus benar-benar sejajar dengan barcode.
Selain memiliki kecepatan pemindaian yang tinggi, scanner imager juga dapat membaca barcode dari jarak yang relatif jauh. Karena fleksibilitasnya, metode ini cocok untuk berbagai kebutuhan yang menggunakan barcode 1D maupun 2D.
Pilih Scanner Barcode Berdasarkan Bentuknya
Bentuk scanner barcode sangat berkaitan dengan cara penggunaan dan kebutuhan di lapangan. Karena itu, pilihlah bentuk scanner barcode yang paling sesuai dengan jenis pekerjaan dan lingkungan penggunaannya.
1. Scanner Barcode Genggam (Handheld)

Scanner barcode genggam merupakan jenis scanner yang paling umum digunakan. Perangkat ini dioperasikan dengan cara memegang scanner dan mengarahkannya ke barcode.
Scanner barcode genggam dapat dihubungkan ke komputer atau tablet menggunakan kabel maupun koneksi nirkabel untuk mengirimkan data hasil pemindaian. Metode CCD dan laser banyak digunakan pada jenis ini. Selain model genggam standar, tersedia pula scanner berbentuk pistol (gun type) maupun pena (pen type).
2. Scanner Barcode Compact

Scanner barcode compact umumnya memiliki bentuk kotak dan berukuran kecil, sehingga mudah dipasang atau diintegrasikan ke dalam berbagai mesin dan perangkat.
Jenis scanner barcode ini dapat dipasang pada mesin gerbang, printer, conveyor, dan peralatan lainnya. Barcode dapat dipindai secara otomatis ketika melewati scanner barcode dengan kecepatan yang telah ditentukan. Karena itu, scanner barcode compact cocok untuk sistem yang membutuhkan pemindaian otomatis dan berulang.
3. Scanner Barcode Stand

Scanner barcode stand merupakan jenis scanner yang dipasang secara tetap di atas meja atau permukaan tertentu. Pengguna cukup mengarahkan atau mendekatkan barcode ke scanner untuk melakukan pemindaian.
Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan membaca barcode dari berbagai arah, sehingga pengguna tidak perlu mencari posisi barcode yang tepat. Pengoperasiannya juga hands-free, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.
Scanner barcode stand banyak digunakan untuk mesin kasir (POS), pengelolaan penerimaan, serta manajemen logistik.
Kesimpulan
Setiap jenis scanner barcode memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis barcode, metode pemindaian, bentuk perangkat, kebutuhan penggunaan, serta kondisi lingkungan kerja.
Dengan memilih scanner barcode yang tepat, proses pemindaian dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan efisien. Pastikan scanner barcode yang dipilih mampu membaca jenis barcode yang digunakan dan sesuai dengan kebutuhan operasional agar masalah barcode yang sulit terbaca dapat diminimalkan.
Sumber : monotaro.com



















































































































































/2mP105931094-3.jpg)
/k3P107024723-11.jpg)
/fxP107025573-1.jpg)
/1wP107927068-1.jpg)
/3lP107927129-1.jpg)









