Saat terjadi bencana seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi, penggunaan helm keselamatan untuk keadaan darurat sangat penting untuk melindungi kepala dari risiko cedera. Ketika melakukan evakuasi, berpindah tempat, atau membersihkan puing-puing, selalu ada kemungkinan terkena benda yang jatuh maupun benda yang terlempar.

 

Dalam kondisi tertentu, kualitas dan kemampuan perlindungan helm bahkan dapat menjadi faktor yang sangat penting untuk keselamatan. Oleh karena itu, penting untuk memilih helm keselamatan yang tepat sesuai dengan jenis risiko dan kondisi bencana yang mungkin terjadi.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih helm keselamatan untuk keadaan darurat.

Poin Penting dalam Memilih Helm Keselamatan untuk Bencana

Helm memiliki berbagai jenis, seperti helm untuk pekerjaan konstruksi, helm sepeda motor, dan helm untuk melindungi dari risiko sengatan listrik. Setiap jenis memiliki fungsi dan standar perlindungan yang berbeda. Untuk digunakan saat bencana, seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi, pilih helm keselamatan yang dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh atau beterbangan.

 

Lalu, apa yang perlu diperhatikan saat memilih helm keselamatan untuk bencana?

 

1. Barcode Satu Dimensi (1D)

Di Indonesia, helm keselamatan merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang berfungsi melindungi kepala dari berbagai risiko saat bekerja, seperti benturan maupun kejatuhan benda. Oleh karena itu, penting untuk memilih helm yang memenuhi standar keselamatan yang berlaku dan sesuai dengan jenis perlindungan yang dibutuhkan.

 

Salah satu standar yang dapat dijadikan acuan adalah SNI ISO 3873:1977 tentang Helm Keselamatan Industri. Sebelum membeli, periksa informasi pada produk dan pastikan standar serta fungsi perlindungannya tercantum dengan jelas.

 

Helm yang sesuai dengan standar keselamatan dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko benturan dan benda yang jatuh. Karena itu, helm jenis ini cocok digunakan dalam berbagai pekerjaan atau aktivitas yang memiliki risiko cedera pada kepala, termasuk saat menghadapi kondisi darurat.

 

Selain memperhatikan standar, kondisi fisik helm juga perlu diperiksa. Pastikan tidak terdapat retak, pecah, atau kerusakan lainnya. Periksa pula sistem suspensi di bagian dalam serta tali pengikat dan pastikan semuanya terpasang dengan baik dan masih dalam kondisi layak digunakan.

 

Dengan memilih helm yang sesuai standar, fungsi perlindungan, dan kondisi pekerjaan, perlindungan kepala dapat menjadi lebih optimal, terutama saat menghadapi situasi yang berisiko terhadap keselamatan.

 

Jenis Helm

Konstruksi

Fungsi

Pelindung dari Benda Jatuh & Beterbangan

Memiliki cangkang helm, sistem suspensi, dan tali dagu

Melindungi atau mengurangi risiko cedera akibat benda yang jatuh atau beterbangan

Pelindung Saat Terjatuh

Memiliki cangkang helm, sistem suspensi, bantalan penyerap benturan, dan tali dagu

Melindungi atau mengurangi risiko cedera akibat terjatuh

Pelindung dari Benda Jatuh & Beterbangan serta Saat Terjatuh

Memiliki cangkang helm, sistem suspensi, bantalan penyerap benturan, dan tali dagu

Melindungi atau mengurangi risiko akibat benda jatuh atau beterbangan serta terjatuh

Pelindung dari Benda Jatuh & Beterbangan serta Perlindungan Listrik*

Memiliki cangkang helm, sistem suspensi, dan tali dagu. Cangkang dirancang untuk membantu melindungi kepala dari sengatan listrik saat bersentuhan dengan bagian bertegangan

Melindungi dari benda jatuh atau beterbangan serta mengurangi risiko sengatan listrik pada kepala

Pelindung dari Benda Jatuh & Beterbangan, Saat Terjatuh, serta Perlindungan Listrik*

Memiliki cangkang helm, sistem suspensi, bantalan penyerap benturan, dan tali dagu. Cangkang dirancang untuk membantu melindungi kepala dari sengatan listrik saat bersentuhan dengan bagian bertegangan

Melindungi dari benda jatuh atau beterbangan, mengurangi risiko akibat terjatuh, serta mengurangi risiko sengatan listrik pada kepala

* Untuk penggunaan pada tegangan listrik hingga 7.000 V.

 

Masa Pakai

Helm keselamatan umumnya terbuat dari bahan plastik yang dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Jika helm disimpan terlalu lama hingga melewati masa pakainya, kemampuannya dalam memberikan perlindungan dapat berkurang saat dibutuhkan.

 

Karena itu, saat memilih helm keselamatan untuk bencana, perhatikan masa pakai yang direkomendasikan oleh produsen dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan penyimpanan serta penggunaannya.

 

Masa pakai helm juga dapat berbeda tergantung pada materialnya. FRP (Fiber Reinforced Plastic) memiliki kekuatan yang tinggi dan umumnya memiliki masa pakai lebih panjang. Sementara itu, bahan seperti ABS, polikarbonat (PC), dan polietilena (PE) umumnya memiliki masa pakai yang lebih pendek.

 

Material

Rekomendasi Penggantian

FRP (plastik termoset)

Maksimal sekitar 5 tahun penggunaan

ABS, PC, PE (plastik termoplastik)

Maksimal sekitar 3 tahun penggunaan

Sistem suspensi bagian dalam

Maksimal sekitar 1 tahun penggunaan

 

Ketahanan Terhadap Panas

Karena helm keselamatan umumnya terbuat dari plastik, ketahanan terhadap panas dapat berbeda-beda tergantung pada materialnya. Beberapa jenis plastik dapat melunak atau berubah bentuk ketika terkena suhu tinggi. Padahal, dalam kondisi bencana, risiko kebakaran juga dapat terjadi.

 

Jika helm meleleh atau berubah bentuk akibat panas, perlindungan terhadap kepala dapat berkurang dan risiko cedera atau luka bakar menjadi lebih besar. Oleh karena itu, jika helm akan digunakan di lingkungan yang memiliki risiko panas tinggi, pilih material yang memiliki ketahanan terhadap panas yang baik.

 

Material termoplastik seperti ABS, polikarbonat (PC), dan polietilena (PE) cenderung lebih mudah melunak ketika terkena suhu tinggi. Sementara itu, FRP (Fiber Reinforced Plastic) memiliki ketahanan panas yang lebih baik karena termasuk material termoset. FRP juga lebih sulit berubah bentuk atau mengalami perubahan warna pada suhu tinggi.

 

Sebagai gambaran, perkiraan ketahanan panas beberapa material adalah:

  • FRP: sekitar 150–180°C
  • PC: sekitar 120–130°C
  • ABS dan PE: sekitar 70–100°C

 

Material Cangkang Helm

Ketahanan Api & Panas

Suhu Ketahanan Panas

Ketahanan Cuaca

Ketahanan Listrik

Ketahanan terhadap Pelarut Organik

Keterangan

FRP (termoset)

◎

150–180°C

◎

×

○

Sangat baik terhadap panas dan cuaca, tetapi tidak cocok untuk helm pelindung listrik

ABS (termoplastik)

△

70–100°C

△

◎

×

Baik untuk perlindungan listrik, tetapi kurang cocok untuk lingkungan bersuhu tinggi

PC (Polikarbonat)

○

120–130°C

○

◎

×

Lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan ABS

PE (Polietilena)

△

70–100°C

○

◎

◎

Cocok untuk pekerjaan yang menggunakan bahan kimia berbasis organik

 

Keterangan:
◎ = Sangat baik ○ = Baik △ = Cukup × = Tidak sesuai

 

Catatan: Nilai suhu di atas merupakan kisaran dari referensi sumber dan bukan berarti helm dapat digunakan secara terus-menerus pada suhu tersebut. Untuk penggunaan di Indonesia, selalu periksa spesifikasi, standar keselamatan, dan batas penggunaan yang ditetapkan oleh produsen.

 

Apakah Dilengkapi Tali Dagu dan Pelindung Wajah?

Helm keselamatan untuk bencana sebaiknya dilengkapi dengan tali dagu, sistem penyerap benturan, serta fitur pengaturan ukuran. Saat memilih helm, perhatikan juga keberadaan tali dagu. Tali ini membantu menjaga helm tetap terpasang, terutama ketika kedua tangan sedang digunakan atau saat kepala harus menunduk atau berada dalam posisi tertentu.

 

Selain itu, helm yang dilengkapi pelindung wajah (shield) dapat memberikan perlindungan tambahan untuk mata dan wajah. Saat terjadi bencana, debu dan partikel kecil dapat beterbangan di udara. Dengan adanya shield, mata dapat lebih terlindungi sehingga aktivitas evakuasi maupun pekerjaan di lokasi bencana dapat dilakukan dengan lebih aman.

 

Shield memang bukan fitur yang wajib untuk semua kondisi, tetapi dapat menjadi pertimbangan tambahan saat memilih helm keselamatan, terutama jika helm akan digunakan di lingkungan yang banyak debu atau serpihan.

Tali dagu helm

Shield pelindung wajah

Kesimpulan

Helm keselamatan untuk bencana merupakan salah satu perlengkapan penting untuk membantu melindungi kepala saat terjadi keadaan darurat. Agar siap digunakan kapan saja, sebaiknya helm disediakan sesuai jumlah orang yang membutuhkannya dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau serta diketahui oleh semua pengguna.

 

Saat memilih helm, pertimbangkan standar keselamatan, material, ketahanan terhadap panas, masa pakai, serta fitur tambahan seperti tali dagu dan shield. Dengan memilih helm yang sesuai, perlindungan kepala dapat lebih optimal saat menghadapi berbagai kondisi darurat.

 

Sumber : monotaro.com