Sistem Taper Bore seperti yang diterapkan pada Martin Taper Bore Pulley SPB Type 3-Groove menawarkan kemudahan instalasi tanpa perlu proses pemesinan (machining) lubang as tambahan. Mekanisme bushing kerucutnya memberikan cengkeraman shrink-fit yang kuat pada poros, mencegah korosi fretting akibat getaran mikro, serta memudahkan proses pelepasan saat perawatan rutin dibandingkan pulley tipe pasak standar.
Profil Wedge (seri SP) memiliki rasio tinggi-lebar yang lebih besar dibandingkan profil Klasik. Desain ini memungkinkan Martin Taper Bore Pulley SPA Type 3-Groove mentransmisikan daya hingga 50% lebih tinggi daripada profil A dengan lebar top width yang setara. Hal ini memungkinkan perancangan sistem penggerak yang lebih ringkas (compact) dengan mengurangi jumlah sabuk yang diperlukan.
Tipe ini dirancang untuk sabuk V konvensional dengan profil A, B, C, D, atau E. Pulley jenis ini (seperti NBK Standard V Pulley) memiliki dimensi yang mengikuti standar JIS atau ISO. Ciri khasnya adalah lebar alur yang lebih besar dibandingkan tipe wedge. Penggunaan utamanya adalah pada mesin-mesin konvensional seperti kompresor udara, pompa air sentrifugal, dan mesin penggilingan padi.
Merupakan evolusi dari pulley standar yang dirancang untuk sabuk profil sempit namun berkapasitas tinggi (SPA, SPB, SPC, SPZ). Produk seperti Martin Taper Bore Pulley memungkinkan transmisi daya yang lebih besar dengan dimensi fisik yang lebih ringkas. Fitur utamanya adalah penggunaan bushing kerucut yang memudahkan pemasangan dan pelepasan tanpa perlu pemanasan atau penumbukan palu yang merusak poros.
Berbeda dengan V-Pulley yang mengandalkan gesekan, Timing Pulley memiliki gigi-gigi pada lingkar luarnya yang akan bertaut dengan gigi pada timing belt. Hal ini menjamin rasio putaran yang presisi tanpa terjadi slip. Materialnya sering kali menggunakan baja atau aluminium dengan flange di sisi kanan-kiri untuk menjaga sabuk tetap pada jalurnya. Umum digunakan pada mesin pengemasan, robotika, dan sistem CNC yang membutuhkan sinkronisasi posisi.
Penting untuk membedakan antara diameter luar fisik (OD) dan diameter referensi sabuk bekerja (PD). Perhitungan rasio kecepatan (speed ratio) harus selalu menggunakan Pitch Diameter. Kesalahan penggunaan OD dalam perhitungan akan menyebabkan output RPM yang tidak sesuai target.
Jumlah alur harus sesuai dengan jumlah sabuk yang dibutuhkan untuk mentransmisikan total daya (HP/kW). Jangan pernah mencampur sabuk baru dan lama pada satu pulley multi-alur, karena perbedaan panjang akibat kemuluran akan menyebabkan beban tidak merata, di mana sabuk baru menanggung beban berlebih dan pulley mengalami keausan tidak rata.
Pilot Bore: Pulley dijual dengan lubang as kecil dan solid. Pengguna harus membubut lubang tersebut sesuai diameter poros mesin dan membuat jalur pasak (keyway) sendiri. Ini memberikan fleksibilitas namun memakan waktu.
Taper Lock Bushing: Pulley memiliki lubang tirus standar. Pengguna cukup membeli bushing yang sesuai dengan diameter porosnya. Sistem ini memberikan cengkeraman shrink-fit yang kuat pada poros dan sangat mudah dilepas saat perawatan.
Material paling umum (standar GG25/FC200). Ekonomis, memiliki kemampuan meredam getaran yang baik, dan tahan aus. Namun, rapuh terhadap benturan keras dan memiliki batas kecepatan periferal (biasanya maks 30-40 m/s).
Digunakan untuk kecepatan tinggi atau beban kejut berat. Lebih kuat dan tidak mudah pecah dibandingkan besi cor, namun lebih mahal dan berat.
Umumnya hanya digunakan untuk Timing Pulley atau V-Pulley beban ringan (light duty). Keunggulannya adalah inersia putar yang rendah (start-stop cepat) dan tahan karat, namun tingkat keausannya lebih tinggi jika digunakan pada lingkungan abrasif.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami







