Wiper memiliki masa pakai yang dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi lingkungan serta frekuensi penggunaannya. Oleh karena itu, pemeriksaan wiper perlu dilakukan secara berkala. Apabila wiper jarang digunakan dan pada saat dibutuhkan tidak berfungsi dengan baik, kondisi ini dapat membahayakan keselamatan berkendara karena jarak pandang menjadi terbatas.

 

Untuk menjaga visibilitas tetap optimal, pembahasan berikut akan menjelaskan pengertian wiper, fungsinya, hingga cara memeriksa cairan washer (washer fluid) dengan benar.

Apa Itu Wiper?

Wiper merupakan komponen yang terpasang pada kaca depan (windshield) kendaraan. Bagian karet pada wiper berfungsi untuk menyapu air hujan serta membersihkan kotoran yang menempel di kaca, sehingga pandangan pengemudi ke arah depan tetap jelas, terutama saat hujan.

 

Sebagian orang mengira wiper bekerja dengan menghilangkan seluruh tetesan air di kaca. Padahal, fungsi utama wiper adalah meratakan tetesan air di permukaan kaca hingga membentuk lapisan air tipis. Lapisan ini membantu mengurangi pembiasan cahaya, sehingga pandangan pengemudi menjadi lebih jernih dan tidak terdistorsi.

 

Secara umum, wiper terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu wiper arm (lengan wiper), wiper blade, dan karet wiper. Wiper arm terbuat dari logam dan berfungsi untuk meneruskan gerakan dari motor wiper ke wiper blade.

 

Ketika motor wiper berputar, komponen bernama wiper link akan mengubah gerakan putar tersebut menjadi gerakan bolak-balik. Gerakan ini memungkinkan wiper blade menyapu air dan kotoran dari permukaan kaca depan kendaraan.

Cara Mengecek Wiper dan Cairan Washer

Karet wiper perlu diganti apabila saat digunakan muncul beberapa tanda, seperti sapuan meninggalkan garis, timbul bunyi berdecit, hasil sapuan tidak merata, atau masih terdapat air yang tertinggal seperti noda di kaca. Jika kondisi ini dibiarkan, jarak pandang pengemudi dapat terganggu dan beresiko membahayakan keselamatan berkendara. Oleh karena itu, penggantian karet wiper disarankan dilakukan setiap sekitar 6 bulan sekali.

 

Cairan washer (air semprot kaca) akan berkurang sesuai dengan frekuensi penggunaannya. Apabila volumenya mulai menipis, pengisian ulang perlu segera dilakukan agar fungsi pembersihan kaca tetap optimal.

 

Untuk memeriksa kondisi wiper dan cairan washer, langkah awal adalah mengecek cara kerjanya. Semprotkan cairan washer dan pastikan semprotan mengenai area yang seharusnya. Perhatikan juga apakah cairan dapat tersebar merata ke seluruh permukaan kaca saat wiper bergerak.

 

Apabila sapuan terlihat tidak rata atau masih ada bagian kaca yang tidak bersih, kemungkinan karet wiper sudah aus atau pegas pada lengan wiper (arm spring) mulai melemah. Angkat lengan wiper dan pastikan pegas masih memiliki tekanan serta elastisitas yang baik.

 

Selanjutnya, periksa karet wiper dengan merabanya menggunakan jari untuk memastikan tidak ada bagian yang kasar, retak, atau rusak, serta pastikan karet masih lentur. Jika terdapat kotoran yang menempel pada karet, bersihkan terlebih dahulu sebelum menentukan perlu tidaknya penggantian.

 

Selain itu, nozzle washer juga perlu diperiksa karena dapat tersumbat oleh kotoran atau sisa cairan coating. Apabila nozzle tersumbat, bersihkan menggunakan alat khusus perawatan nozzle washer atau kawat tipis untuk menghilangkan sumbatan.

Cara Mengisi Cairan Washer

Dalam kondisi darurat, air biasa dapat digunakan sebagai pengganti cairan washer. Namun, dalam penggunaan normal, cairan washer tidak disarankan untuk dicampur dengan jenis lain yang berbeda dari cairan yang sudah ada di dalam tangki. Apabila ingin mengganti ke jenis cairan washer yang berbeda, sebaiknya seluruh cairan lama dikosongkan terlebih dahulu sebelum mengisi cairan yang baru.

 

Tangki cairan washer umumnya mudah dikenali karena tutupnya dilengkapi dengan tanda atau simbol khusus. Dengan memperhatikan simbol tersebut, lokasi tangki washer dapat dengan mudah ditemukan.

 

Pada beberapa jenis kendaraan, tangki washer memiliki desain yang tidak transparan sehingga volume cairan tidak dapat dilihat secara langsung. Untuk tipe ini, biasanya tersedia pengukur ketinggian cairan (level gauge). Level gauge dapat berada pada bagian tutup tangki atau di dalam saluran (duct), sehingga perlu diperiksa sesuai dengan desain kendaraan.

 

Untuk memudahkan proses pengisian, disarankan menggunakan cairan washer yang sudah dilengkapi nozzle atau corong bawaan. Jika tidak tersedia, gunakan corong agar cairan tidak tumpah. Setelah cairan terisi, tutup kembali tangki washer dengan rapat, dan proses pengisian pun selesai.

Cara Mengganti Karet Wiper (Tipe Klip U)

Karet wiper tipe klip U merupakan jenis yang paling umum digunakan. Ciri utamanya adalah ujung lengan wiper (wiper arm) berbentuk huruf U. Berikut adalah langkah-langkah penggantian karet wiper tipe ini.

 

Pertama, angkat lengan wiper hingga posisi tegak dan pastikan posisi karet wiper menghadap ke atas. Selanjutnya, tekan pengunci (stopper) sambil melepaskan wiper dari lengan wiper.

 

Setelah itu, lepaskan karet wiper dari rangkanya. Caranya, buka pengait kecil (klip) pada rangka wiper, kemudian geser karet wiper ke samping hingga terlepas.

 

Untuk memasang karet wiper yang baru, masukkan karet dari sisi yang tidak memiliki stopper. Selipkan karet secara perlahan melalui celah di antara klip pada rangka wiper hingga terpasang dengan benar. Setelah itu, buka klip di sisi lainnya dan pasangkan ujung karet ke lekukan terakhir sebelum stopper.

 

Terakhir, pasang kembali wiper ke lengan wiper seperti semula. Pastikan wiper terpasang dengan kuat dan tidak longgar. Dengan demikian, proses penggantian karet wiper telah selesai.

 

Sumber : monotaro.com