Jenis Beaker Berdasarkan Materialnya


jenis material beaker glass

Material Beaker Terbuat dari Tahan Panas Tahan Kimia Transparan Tidak Mudah Pecah Kegunaan Utama
Kaca Borosilikat Kaca yang mengandung silika dan boron oksida ★★★★★ ★★★★★ ✓ ✕ Laboratorium umum
Kaca Soda-Lime Kaca berbahan silika, soda (natrium karbonat), dan kapur (kalsium oksida) ★★★☆☆ ★★★☆☆ ✓ ✕ Penggunaan laboratorium dasar
Polypropylene (PP) Plastik Polypropylene ★★★☆☆ ★★★★☆ ✕ ✓ Laboratorium pendidikan, lingkungan, dan lapangan
Polyethylene (PE) Plastik Polyethylene (HDPE atau LDPE) ★★★☆☆ ★★★★☆ ✕ ✓ Penyimpanan cairan
PTFE (Teflon®) Polytetrafluoroethylene (PTFE) ★★★★★ ★★★★★ ✕ ✓ Bahan kimi agresif
Stainless Steel Baja tahan karat yang mengandung kromium dan nikel ★★★★★ ★★★★★ ✕ ✓ Industri dan produksi

 

Cara Menggunakan Beaker


1. Periksa beaker sebelum digunakan


Periksa beaker sebelum digunakan

2. Tuang cairan sesuai kebutuhan


Tuang cairan sesuai kebutuhan

3. Campur larutan jika diperlukan


Campur larutan jika diperlukan

4. Panaskan dengan hati-hati menggunakan hot plate bila diperlukan


Panaskan dengan hati-hati menggunakan hot plate bila diperlukan

5. Tuang cairan melalui bibir tuang (spout)


Tuang cairan melalui bibir tuang (spout)

6. Bersihkan setelah digunakan, bilas dengan air bersih dan keringkan.


Bersihkan setelah digunakan, bilas dengan air bersih dan keringkan

 

Kesalahan yang Sering Terjadi


  • ✕    Menggunakan beaker untuk pengukuran presisi tinggi
  • ✕    Memanaskan beaker yang retak atau pecah
  • ✕    Menggunakan beaker plastik untuk cairan bersuhu sangat tinggi
  • ✕    Mengisi beaker terlalu penuh saat pengadukan
  • ✕    Memberikan perubahan suhu mendadak pada beaker kaca (thermal shock)