APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Fire Extinguisher

 

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah peralatan pemadam kebakaran portabel yang digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal (incipient fire) sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

 

  • Bagian dari Sistem Proteksi Kebakaran Aktif
  • Memadamkan Api pada Tahap Awal

 

APAR biasanya dipasang di :

 

  • gedung perkantoran
  • pabrik dan gudang
  • rumah sakit
  • pusat perbelanjaan
  • kendaraan operasional
  • fasilitas publik

 

Fungsi utama APAR adalah memadamkan api kecil secara cepat sebelum tim pemadam kebakaran tiba.

 

Konsep Dasar Kebakaran (Fire Triangle)

 

Api terjadi karena adanya tiga unsur utama yang disebut segitiga api

 

1. Panas (Heat)

Sumber energi yang memulai dan mempertahankan proses pembakaran. Contoh sumber panas yaitu dari percikan listrik, gesekan mesin, api terbuka, permukan panas, dan reaksi kimia

2. Bahan Bakar (Fuel)

segala material yang dapat terbakar. Bahan bakar dapat berupa kayu, kertas, plastik, tekstil, bensin, solar, alkohol, pelarut kimia, LPG, hidrogen, dan metana.

3. Oksigen (Oxygen)

gas di udara yang mendukung proses pembakaran. Umumnya api membutuhkan sekitar 16% atau lebih oksigen untuk tetap menyala, sementara udara normal mengandung sekitar 21% oksigen.

APAR bekerja dengan cara :

Cooling → menurunkan suhu
Smothering → menghilangkan oksigen
Chemical reaction interruption → menghentikan reaksi kimia

 

Bagian–Bagian APAR

 

  1. Tabung / Silinder
    • Wadah utama untuk menyimpan media pemadam (serbuk, CO2, foam, air, atau clean agent).
    • terbuat dari baja atau aluminium yang tahan tekanan tinggi.
  2. Handle / Tuas Tekan
    • Bagian yang ditekan saat mengoperasikan APAR.
    • Berfungsi membuka katup agar media pemadam keluar dari tabung
  3. Safety Pin (Pin Pengaman)
    • Pin pengunci yang mencegah APAR tertekan secara tidak sengaja.
    • Biasanya dilengkapi segel plastik sebagai tanda APAR belum pernah digunakan.
  4. Pressure Gauge (Manometer)
    • Alat penunjuk tekanan di dalam tabung APAR.
    • Indikator umumny memiliki 3 zona : Merah (tekanan terlalu rendah), Hijau (tekanan normal / siap digunakan, Merah kanan (tekanan terlalu tinggi).
  1. Hose / Selang
    • Selang fleksibel yang menyalurkan media pemadam dari tabung menuju nozzle.
    • Memudahkan pengguna mengarahkan semprotan ke sumber api.
  2. Nozzle / Ujung Semprot
    • Bagian ujung yang mengeluarkan media pemadam.
    • Berfungsi mengatur arah dan pola semprotan.
  3. Valve / Katup
    • Mekanisme yang mengatur keluar masuknya media pemadam dari tabung.
    • Terhubung dengan handle dan hose.
  4. Label / Instruksi
    • Berisi informasi penting seperti :
      • jenis media pemadam
      • kelas kebakaran
      • cara penggunaan
      • tanggal inspeksi
  5. Siphon Tube (Pipa Hisap di Dalam Tabung)
    • Pipa di dalam tabung yang mengalirkan media pemadam dari bagian bawah tabung menuju katup saat APAR digunakan.

Sistem Tekanan APAR
(Alat Pemadam Api Ringan)

Sistem Akumulasi Tekanan
(Stored Pressure)

 

Sistem akumulasi tekanan adalah jenis APAR yang tekanan gasnya sudah disimpan di dalam tabung bersama dengan media pemadam

  • Memiliki pressure gauge (manometer) di bagian atas.
  • Tekanan selalu tersimpan dalam tabung.
  • Pengoperasian lebih cepat dan praktis.
  • Perawatan relatif lebih mudah.

Cara Kerja :

  • Tabung berisi media pemadam (powder, foam, atau air).
  • Di dalam tabung juga terdapat gas pendorong (biasanya nitrogen).
  • Gas ini menjaga tekanan di dalam tabung secara terus menerus.
  • Saat pin ditarik dan tuas ditekan, katup terbuka.
  • Tekanan gas langsung mendorong media keluar melalui selang dan nozzle.

Sistem Cartridge / Gas Terpisah
(Cartridge Operated)

 

Sistem cartridge adalah jenis APAR yang gas pendorongnya disimpan dalam tabung kecil terpisah (cartridge) di dalam atau di luar tabung utama.

  • Tidak memiliki pressure gauge.
  • Gas baru dilepaskan saat digunakan.
  • Biasanya digunakan untuk kapasitas besar.
  • Lebih umum pada APAR industri.

Cara Kerja :

  • Tabung utama berisi media pemadam saja.
  • Gas pendorong berada dalam tabung kecil (cartridge).
  • Saat tuas ditekan atau terbuka.
  • Cartridge tertusuk atau terbuka.
  • Gas keluar dan memberi tekanan ke dalam tabung utama.
  • Media pemadam kemudian terdorong keluar melalui selang.

 

Pemeriksaan APAR

 

A. Pemeriksaan Harian / Visual

 

Dilakukan secara cepat untuk memastikan APAR siap digunakan :

  • Pastikan APAR berada di tempatnya dan mudah dijangkau
  • Tidak terhalang benda lain
  • Segel (seal) masih utuh
  • Pin pengaman terpasang dengan baik
  • Tidak ada kerusakan fisik (penyok, karat, bocor)
  • Tekanan pada indikator (pressure gauge) berada di area hijau

B. Pemeriksaan Bulanan

 

Dilakukan lebih detail:

  • Cek kondisi tabung (karat, korosi, kebocoran)
  • Pastikan label/instruksi masih terbaca jelas
  • Timbang berat APAR (untuk jenis tertentu seperti CO2)
  • Periksa selang dan nozzle (tidak tersumbat/retak)
  • Pastikan bracket/dudukan kuat

C. Pemeriksaan Tahunan

 

Dilakukan oleh teknisi atau vendor profesional:

  • Pengujian tekanan (hydrostatic test jika diperlukan)
  • Penggantian isi (refill) jika sudah mendekati masa pakai
  • Kalibrasi atau pengecekan ulang komponen internal