Hand tap set merupakan satu set alat untuk membuat ulir bagian dalam lubang, terutama pada material seperti baja, aluminium, kuningan, dan berbagai jenis logam lainnya. Umumnya, 1 set hand tap terdiri dari 3 buah tap yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda, yaitu Tap Nomor 1 (Taper Tap), Tap Nomor 2 (Plug Tap), dan Tap Nomor 3 (Bottoming Tap).

 

Ketiga jenis tap tersebut dirancang untuk digunakan secara bertahap. Tap nomor 1 digunakan untuk memulai pembentukan ulir, tap nomor 2 melanjutkan dan memperdalam ulir, sedangkan tap nomor 3 menyelesaikan ulir hingga mendekati bagian dasar lubang.

 

Namun, tidak semua pekerjaan harus menggunakan ketiga tap secara berurutan. Pemilihan tap bergantung pada jenis lubang, kedalaman lubang, serta kebutuhan ulir yang ingin dibuat.

 

Spesifikasi Hand Tap Set 3 Pcs

 

Secara umum, satu set hand tap 3 pcs terdiri dari : 

 

Jenis Tap

Nama Lain

Fungsi Utama

Karakteristik

Tap

No. 1

Taper Tap/Tap Awal

Memulai pembentukan  ulir

Ujung paling meruncing, paling mudah masuk ke lubang

Tap

No. 2

Plug Tap/Tap Tengah

Melanjutkan dan memperdalam ulir

Kerucutan lebih pendek dibanding No.1

Tap

No. 3

Bottoming Tap/Tap Akhir

Menyelesaikan ulir hingga bagian dalam

Ujung hampir penuh ulir dan sangat sedikit bagian taper

 

1. Tap Nomor 1 – Taper Tap / Tap Awal

 

Taper tap merupakan tap pertama yang digunakan ketika membuat ulir secara manual. Ciri utamanya adalah bagian ujung tap memiliki taper atau kemiringan yang paling panjang dibandingkan tap lainnya.

 

Bentuk ujung yang meruncing membuat tap lebih mudah masuk ke lubang yang sudah dibor. Selain itu, bagian taper membantu tap secara bertahap membentuk ulir sehingga beban pemotongan tidak langsung terlalu besar.

 

Fungsi Utama Taper Tap :

 

  • Memulai pembentukan ulir.
  • Mempermudah tap masuk ke dalam lubang.
  • Mengurangi risiko tap langsung menerima beban pemotongan yang besar. 
  • Membantu menjaga proses pembuatan ulir tetap stabil. 

 

Tap nomor 1 sangat cocok digunakan ketika lubang belum memiliki ulir sama sekali, terutama untuk pekerjaan manual yang membutuhkan proses pembuatan ulir secara bertahap.

 

Baca Juga: Jenis Ulir dan Bentuk Pada Baut

 

2. Tap Nomor 2 – Plug Tap / Tap Tengah

 

Setelah tap nomor 1 membentuk jalur awal, proses dapat dilanjutkan menggunakan plug tap atau tap nomor 2.

 

Plug tap memiliki bagian taper yang lebih pendek dibandingkan taper tap. Karena itu, lebih banyak bagian ulir pada tap nomor 2 yang sudah berfungsi memotong dan membentuk ulir dengan ukuran yang mendekati bentuk akhirnya.

 

Fungsi Utama Plug Tap :

 

  • Melanjutkan pembentukan ulir dari tap nomor 1.
  • Memperdalam uir.
  • Membentuk profil ulir yang lebih sempurna.
  • Menghasilkan ulir yang lebih mendekati ukuran akhirnya. 

 

Plug tap biasanya digunakan pada lubang tembus (through hole) maupun lubang yang cukup dalam sehingga proses pembuatan ulir membutuhkan tahap lanjutan.

 

Baca Juga: Jenis Ulir dan Bentuk Pada Baut

 

3. Tap Nomor 3 – Bottoming Tap / Tap Akhir

 

 

Bottoming tap merupakan tap nomor 3 yang digunakan untuk menyelesaikan ulir, terutama pada lubang buntu (blind hole).

 

Berbeda dengan dua tap sebelumnya, bottoming tap memiliki bagian taper yang sangat pendek. Dengan demikian, sebagian besar panjang tap sudah memiliki profil ulir penuh.

 

Hal tersebut memungkinkan bottoming tap membentuk ulir lebih dekat ke dasar lubang yang tidak dapat dijangkau secara optimal oleh taper tap maupun plug tap.

 

Fungsi Utama Bottoming Tap :

 

  • Menyelesaikan pembentukan ulir.
  • Membentuk ulir hingga mendekati dasar lubang.
  • Memaksimalkan panjang ulir efektif pada lubang buntu.
  • Merapikan dan menyempurnakan profil ulir yang sudah dibuat oleh tap sebelumnya. 

 

Bottoming tap sebaiknya tidak langsung digunakan untuk memulai lubang yang benar-benar belum memiliki ulir karena bagian ujungnya yang pendek membuat proses awal pemotongan lebih berat.

 

Kapan Harus Menggunakan 1 Set Hand Tap?

 

Penggunaan 1 set lengkap yang terdiri dari tap nomor 1, 2, dan 3 paling tepat ketika membuat ulir secara manual pada lubang yang membutuhkan proses bertahap dan hasil ulir yang rapi.

 

Urutannya adalah : Tap No. 1 → Tap No. 2 → Tap No. 3

 

Metode ini sangat disarankan ketika :

 

  • Membuat ulir baru dari lubang polos.
  • Material yang dikerjakan cukup keras.
  • Lubang memiliki kedalaman yang cukup besar.
  • Membutuhkan hasil ulir yang lebih presisi dan rapi.
  • Membuat ulir pada lubang buntu dan membutuhkan ulir hingga mendekati dasar lubang.
  • Ingin mengurangi beban pemotongan pada masing-masing tap.

 

Dengan menggunakan ketiganya secara berurutan, proses pemotongan material dibagi menjadi beberapa tahap sehingga setiap tap tidak menerima beban pemotongan yang terlalu besar.

 

Kapan Cukup Menggunakan Salah Satu Jenis Tap?

 

Tidak semua kondisi membutuhkan ketiga tap. Pada pekerjaan tertentu, satu jenis tap saja sudah dapat digunakan, tergantung jenis lubang dan kebutuhan pekerjaan.

 

Menggunakan Taper Tap Saja

 

Taper tap dapat digunakan sendiri apabila :

  • Lubang relatif dangkal.
  • Pekerjaan membutuhkan proses awal yang lebih mudah.
  • Tidak membutuhkan ulir sampai mendekati dasar lubang.
  • Material relatif mudah dipotong.

 

Namun, taper tap saja tidak ideal apabila membutuhkan ulir penuh hingga bagian dasar lubang buntu.

 

Menggunakan Plug Tap Saja

 

Plug tap dapat digunakan sendiri untuk pekerjaan tertentu, terutama ketika:

  • Lubang merupakan lubang tembus.
  • Kedalaman lubang tidak terlalu menjadi masalah.
  • Proses kerja membutuhkan ulir dengan panjang efektif yang cukup.
  • Pekerjaan dilakukan pada material yang relatif mudah di tap.

 

Karena plug tap memiliki taper yang lebih pendek, tap ini dapat membentuk ulir lebih cepat dibandingkan taper tap.

 

Menggunakan Bottoming Tap Saja

 

Bottoming tap dapat digunakan sendiri terutama ketika:

  • Lubang sudah memiliki ulir sebagian.
  • Pekerjaan merupakan penyelesaian atau perbaikan ulir.
  • Dibutuhkan ulir sampai mendekati dasar lubang buntu.
  • Lubang sebelumnya sudah diproses menggunakan tap lain.

 

Untuk lubang polos yang benar-benar belum memiliki ulir, bottoming tap sebaiknya tidak menjadi pilihan pertama karena ujungnya memiliki bagian taper yang sangat pendek sehingga beban pemotongan awal lebih besar.

 

Urutan Penggunaan Hand Tap pada Lubang Polos

 

Jika lubang awal masih polos atau baru selesai dibor, proses pembuatan ulir dilakukan secara bertahap.

 

Tahap 1 – Membuat Lubang Awal

 

Sebelum menggunakan hand tap, material harus terlebih dahulu dibuat lubang dengan diameter lubang tap (tap drill size) yang sesuai dengan ukuran dan pitch ulir. Contohnya, untuk membuat ulir metrik tertentu, diameter bor harus disesuaikan dengan ukuran pitch ulir tersebut. Lubang yang terlalu kecil dapat membuat tap bekerja terlalu berat dan meningkatkan risiko tap patah.

 

Tahap 2 – Menggunakan Tap Nomor 1

 

Masukkan taper tap ke dalam lubang secara lurus. Pastikan posisi tap tidak miring terhadap permukaan benda kerja. Putar tap secara perlahan sambil memberikan tekanan yang cukup. Setelah beberapa putaran, tap akan mulai membentuk ulir pada bagian awal lubang. Tahap ini bertujuan untuk membuat jalur awal ulir.

 

Tahap 3 – Menggunakan Tap Nomor 2

 

Setelah tap nomor 1 selesai, lepaskan tap dan bersihkan lubang dari serpihan. Selanjutnya, gunakan plug tap pada lubang yang sudah memiliki ulir awal. Tap nomor 2 akan mengikuti jalur ulir yang telah dibuat sebelumnya dan memperdalam serta menyempurnakan bentuk ulir. Pada tahap ini, profil ulir sudah semakin mendekati ukuran akhirnya.

 

Tahap 4 – Menggunakan Tap Nomor 3

 

Jika lubang merupakan lubang buntu dan membutuhkan ulir yang lebih dalam, lanjutkan dengan bottoming tap. Tap nomor 3 akan masuk mengikuti ulir yang sudah terbentuk dan memotong bagian ulir yang belum terbentuk hingga mendekati dasar lubang. Hasil akhirnya adalah lubang dengan ulir yang lebih panjang dan lengkap.

 

 

Urutan Tap Berdasarkan Jenis Lubang

 

Pemilihan urutan hand tap juga dapat disesuaikan dengan jenis lubangnya.

 

Jenis Lubang

Penggunaan yang Disarankan

Urutan

Lubang tembus dangkal

Bisa menggunakan satu tap

No.1 atau No.2 sesuai kebutuhan

Lubang tembus cukup dalam

Menggunakan set untuk hasil lebih baik

No.1 → No.2

Lubang buntu dangkal

Taper/Plug dapat digunakan sesuai kebutuhan

No.1 → No.2

Lubang buntu dalam

Menggunakan seluruh set

No.1 → No.2 → No.3

Penyelesaian ulir yang sudah ada

Tidak selalu membutuhkan No.1

No.2 atau No.3

Perbaikan ulir hingga mendekati dasar lubang

Menggunakan tap akhir

No.3

 

Mengapa Urutannya Harus Tap No. 1 → No. 2 → No. 3?

 

Urutan tersebut dibuat berdasarkan panjang taper dan beban pemotongan masing-masing tap. Tap nomor 1 memiliki taper paling panjang sehingga proses pemotongan dimulai secara bertahap. Setelah jalur ulir terbentuk, tap nomor 2 mengambil alih untuk memperdalam dan membentuk ulir lebih lengkap. Terakhir, tap nomor 3 digunakan untuk menyelesaikan bagian ulir yang lebih dalam, terutama pada lubang buntu. Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

 

Lubang polos → Tap No. 1 → Ulir awal → Tap No. 2 → Ulir semakin penuh → Tap No. 3 → Ulir selesai

 

Jadi, 1 set hand tap 3 pcs bukan berarti ketiganya selalu wajib digunakan. Jika kondisi lubang dan kebutuhan pekerjaan memungkinkan, satu jenis tap dapat digunakan sendiri. Namun, untuk pembuatan ulir manual yang membutuhkan hasil rapi, terutama pada lubang buntu atau material yang relatif sulit dipotong, penggunaan Tap No. 1 → No. 2 → No. 3 secara berurutan merupakan metode yang lebih aman dan terkontrol.

 

Kesimpulan

 

Hand tap set terdiri dari 3 jenis tap, yaitu Tap No. 1 (Taper Tap), Tap No. 2 (Plug Tap), dan Tap No. 3 (Bottoming Tap). Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam proses pembuatan ulir. Taper tap digunakan untuk memulai pembentukan ulir, plug tap untuk melanjutkan dan memperdalam ulir, sedangkan bottoming tap untuk menyelesaikan ulir hingga mendekati dasar lubang.

 

Penggunaan ketiga tap secara berurutan, yaitu No. 1 → No. 2 → No. 3, paling sesuai untuk membuat ulir baru, terutama pada lubang buntu atau material yang membutuhkan proses pemotongan bertahap. Sementara itu, pada kondisi tertentu seperti lubang tembus yang dangkal atau pekerjaan penyelesaian ulir, cukup menggunakan satu jenis tap sesuai kebutuhan.

 

Dengan memilih jenis tap dan urutan penggunaan yang tepat, proses pembuatan ulir menjadi lebih mudah, hasil ulir lebih rapi, serta dapat mengurangi risiko tap miring, ulir rusak, atau tap patah.