
Dalam pengelasan busur, elektroda menjadi komponen penting karena menghasilkan busur listrik. Khususnya pada pengelasan semi-otomatis dan otomatis, kawat las digunakan sebagai elemen utama.
Saat memilih kawat las, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di sini, kami akan menjelaskan berbagai jenis kawat las beserta karakteristiknya agar Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan pengelasan.
Apa Itu Kawat Las
Kawat las adalah bahan las berbentuk gulungan yang digunakan dalam pengelasan busur. Kawat ini khusus digunakan pada pengelasan otomatis dan semi-otomatis, dan dipasang langsung pada mesin las saat digunakan.

Pengelasan busur adalah metode pengelasan yang memanfaatkan busur listrik, percikan listrik di udara yang menghasilkan panas tinggi dan cahaya terang. Saat elektroda menyentuh material dasar dan dialiri arus listrik, kemudian elektroda ditarik, terbentuklah busur listrik di antara keduanya. Fenomena ini mirip seperti kilatan cahaya yang muncul ketika mencabut steker dari stop kontak.
Panas tinggi dari busur ini melelehkan material dasar dan bahan pengisi las sehingga keduanya menyatu hingga tingkat molekuler. Proses inilah yang disebut pengelasan busur.
Elektroda dan bahan pengisi yang digunakan bisa berupa batang las, torches TIG, maupun kawat las. Contohnya, pada pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) yang menggunakan batang las manual, elektroda yang digunakan adalah tungsten yang tidak meleleh, sementara material pengisi disiapkan secara terpisah.
Sementara itu, pada pengelasan otomatis atau semi-otomatis, kawat las berfungsi ganda sebagai elektroda sekaligus bahan pengisi, sehingga proses pengelasan menjadi lebih efisien. Cukup menyalakan mesin, kawat akan otomatis keluar dan proses pengelasan berjalan.
Pemilihan kawat las harus disesuaikan dengan material yang akan dilas. Saat ini, secara umum terdapat dua jenis kawat las yang banyak digunakan: kawat las solid dan kawat las berisi fluks (flux-cored wire).
Karakteristik Kawat Las Solid

Kawat las solid terbuat dari bahan yang seragam dengan diameter yang konsisten. Beberapa jenis juga dilapisi tembaga untuk meningkatkan daya hantar listrik dan ketahanan terhadap korosi. Jenis kawat ini termasuk yang paling umum digunakan di berbagai proyek las di Indonesia karena efisiensi dan fleksibilitasnya tinggi.
Dibandingkan dengan batang las berlapis, kawat las solid lebih efisien, mudah digunakan pada pengelasan semi-otomatis maupun robotik, dan sangat mendukung otomatisasi proses las. Kawat ini juga dapat digunakan pada berbagai posisi pengelasan, sehingga cocok untuk berbagai situasi kerja.
Keunggulan lain dari kawat las solid adalah menghasilkan asap las (fume) yang relatif lebih sedikit dibanding kawat berisi fluks, harganya lebih terjangkau, dan residu terak (slag) yang dihasilkan lebih sedikit.
Kawat las solid biasanya digunakan untuk pengelasan MIG (Metal Inert Gas Welding), metode pengelasan yang banyak dipakai untuk logam seperti aluminium dan stainless steel. Pada proses ini, digunakan gas pelindung (shielding gas), campuran argon dan sekitar 2% oksigen untuk menstabilkan busur las dan mencegah kontaminasi udara.
Karakteristik Kawat Las Berisi Fluks

Kawat las berisi fluks adalah kawat yang didalamnya sudah mengandung fluks, sesuai dengan namanya. Meskipun ada berbagai jenis, secara umum yang dimaksud dengan kawat las berisi fluks adalah kawat untuk pengelasan busur dengan pelindung gas (gas-shielded arc welding). Selain itu, ada juga jenis yang tidak membutuhkan gas pelindung (self-shielded arc welding) dan jenis untuk pengelasan penumpukan logam (submerged arc welding).
Fluks sendiri terdiri dari berbagai bahan, seperti stabilizer busur, deoksidator, pembentuk terak, dan paduan logam. Setiap kawat memiliki komposisi bahan fluks dan proporsinya masing-masing, sehingga karakteristik dan bentuk penampang kawat juga berbeda-beda. Secara umum, fluks dibagi menjadi dua jenis:
- Fluks jenis terak (slag/ rutile-based)
Fluks ini berbasis titanium oksida dan membentuk terak yang menutupi permukaan las setelah pengelasan. Kelebihannya adalah kecepatan pengelasan tinggi dan bisa digunakan pada semua posisi pengelasan. - Fluks jenis logam (metal-based)
Fluks ini mengandung banyak bubuk besi dan hampir tidak menghasilkan terak. Kelebihannya adalah sedikit percikan (spatter), kecepatan pengelasan tinggi, dan sangat cocok untuk pengelasan pada posisi bawah.
Keunggulan kawat las berisi fluks dibanding kawat solid antara lain: jumlah percikan lebih sedikit, hasil las lebih rapi dan estetis, bisa digunakan pada semua posisi pengelasan, serta kecepatan pengelasan tinggi sehingga lebih efisien. Namun, harganya cenderung lebih tinggi.
Kawat las berisi fluks biasanya digunakan untuk pengelasan MAG (Metal Active Gas Welding), metode yang banyak digunakan untuk logam seperti baja. Gas pelindung yang digunakan adalah campuran 80% argon dan 20% karbon dioksida.
Kesimpulan
Pengelasan semi-otomatis dan otomatis kini lebih umum digunakan dibanding pengelasan manual. Setiap jenis kawat las memiliki karakteristik tersendiri. Dengan memilih kawat las yang tepat sesuai tujuan dan jenis material, proses pengelasan menjadi lebih lancar, menghasilkan sambungan las yang rapi dan kuat.
Sumber : monotaro.com



















































































































































%20%26%20Pengelasan/Produk%20Las/Elektrode%20Las/Kawat%20Las%20untuk%20Hardfacing/KOBELCO%20Kawat%20Las%20RB-26%20Series/P102927920-1.jpg)
%20%26%20Pengelasan/Produk%20Las/Elektrode%20Las/Kawat%20Las%20untuk%20Stainless%20Steel/NIKKO%20STEEL%20Kawat%20Las%20Baja%20Lunak%20RD-260/17P103216043-1.jpg)
%20%26%20Pengelasan/Produk%20Las/Kawat%20Las/Welding%20Wire%20untuk%20Tembaga/Bluflex%20Kabel%20Las%20Full%20Tembaga/ctP106963461-1.jpg)
%20%26%20Pengelasan/Produk%20Las/Elektrode%20Las/Kawat%20Las%20untuk%20Hardfacing/Redbo%20Kawat%20Las%20Flux%20Core/6eP107031230-1.jpg)
%20%26%20Pengelasan/Produk%20Las/Elektrode%20Las/Kawat%20Las%20untuk%20Stainless%20Steel/WESTWARD%20MIG%20Welding%20Wire/53P107743183-1.jpg)









