Dalam pekerjaan konstruksi, perawatan mesin, atau perbaikan berbagai peralatan, ada kalanya mur sulit dilepas karena berkarat, terlalu kencang, atau sudah mengalami deformasi. Jika mur tidak bisa dibuka dengan kunci biasa, nut breaker dapat menjadi salah satu solusi yang praktis.

 

Nut breaker adalah alat yang digunakan untuk memecahkan atau membelah mur sehingga mur dapat dilepas dari baut tanpa perlu memutarnya. Cara ini sangat membantu, terutama ketika mur sudah dalam kondisi rusak atau terlalu sulit untuk dibuka dengan cara biasa.

 

Meski cukup praktis, penggunaan nut breaker tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Posisi alat yang kurang tepat atau tekanan yang terlalu besar dapat berisiko merusak ulir baut maupun komponen di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menggunakan nut breaker yang benar dan aman agar mur dapat dilepas dengan efektif tanpa menimbulkan kerusakan tambahan.

Apa Itu Nut Breaker?

Nut breaker adalah alat yang digunakan untuk memecahkan atau membelah mur yang sulit dilepas. Alat ini juga dikenal sebagai nut splitter. Berbeda dengan kunci pas atau kunci ring yang bekerja dengan cara memutar mur, nut breaker melepaskan mur dengan cara menekan mata pisau ke sisi mur hingga mur retak dan terbelah.

 

Secara umum, nut breaker berbentuk seperti cincin yang mengelilingi mur. Di dalamnya terdapat mata pisau berbentuk baji atau kerucut yang diarahkan ke sisi mur. Saat mata pisau ditekan secara bertahap, tekanan tersebut akan membuat mur retak hingga akhirnya dapat dibelah dan dilepaskan dari baut.

 

Mur yang terpasang dalam waktu lama dapat berkarat atau mengalami korosi sehingga macet dan sulit diputar. Selain itu, bagian sudut mur juga bisa rusak akibat penggunaan kunci yang tidak sesuai. Jika tetap dipaksakan menggunakan kunci pas atau alat sejenis, mur mungkin tidak kunjung terlepas dan justru dapat menyebabkan kerusakan pada baut atau komponen di sekitarnya.

 

Dalam kondisi seperti ini, menggunakan nut breaker sering kali menjadi pilihan yang lebih efektif. Alih-alih terus memaksa mur untuk berputar, mur dapat langsung dipecahkan sehingga baut dan komponen di sekitarnya dapat tetap terlindungi.

 

Nut breaker tersedia dalam beberapa jenis, seperti tipe manual dan tipe hidrolik. Meski menggunakan mekanisme yang berbeda, prinsip kerjanya pada dasarnya sama. Mur ditempatkan di dalam bagian cincin alat, kemudian mata pisau diarahkan ke salah satu sisi mur. Setelah itu, mata pisau ditekan secara perlahan hingga memberikan tekanan yang cukup untuk membuat mur retak dan terbelah.

 

Setiap nut breaker memiliki ukuran cincin dan mata pisau yang berbeda. Karena itu, pilih alat yang sesuai dengan ukuran mur yang akan dilepas. Penggunaan ukuran yang tidak tepat dapat membuat mur lebih sulit dipecahkan dan meningkatkan risiko kerusakan pada baut.

 

Tidak semua nut breaker cocok digunakan untuk setiap jenis mur. Banyak produk dirancang untuk mur berbahan baja atau besi, sedangkan mur berbahan stainless steel dapat lebih sulit dipecahkan karena memiliki karakteristik material yang lebih kuat. Stainless steel juga dapat mengalami galling, yaitu permukaan material saling terkikis atau menempel akibat gesekan, terutama jika mur dan baut sering dikencangkan dan dilepas.

 

Mur yang telah melalui heat treatment (perlakuan panas) juga dapat memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Kondisi ini dapat membuat mur lebih sulit dipecahkan menggunakan nut breaker biasa.

 

Sebelum mulai bekerja, pastikan kapasitas dan spesifikasi nut breaker sesuai dengan ukuran dan material mur yang akan dilepas. Pemilihan alat yang tepat tidak hanya membuat pekerjaan lebih efektif, tetapi juga membantu mengurangi risiko kerusakan pada alat maupun baut.

 

Selain itu, perhatikan kondisi mata pisau nut breaker. Komponen ini dapat mengalami keausan setelah digunakan berulang kali. Beberapa produk dilengkapi dengan mata pisau yang dapat diganti, sehingga alat tetap dapat digunakan meskipun mata pisaunya sudah tumpul atau rusak.

 

Jenis Nut Breaker

 

Nut Breaker Manual


Dioperasikan dengan memberikan tekanan secara manual menggunakan mekanisme baut atau sejenisnya.

 

Nut Breaker Hidrolik

Menggunakan tekanan hidrolik untuk menghasilkan gaya pemecahan yang lebih besar dan cocok untuk mur yang membutuhkan tenaga lebih tinggi.

Cara Menggunakan Nut Breaker

Berikut langkah-langkah menggunakan nut breaker untuk memecahkan mur yang macet atau rusak agar dapat dilepas dari baut.

 

1. Pilih Ukuran Nut Breaker yang Sesuai

Pertama, pilih nut breaker berdasarkan ukuran mur yang akan dilepas. Pasang bagian cincin nut breaker mengelilingi mur, lalu posisikan mata pisau pada sisi mur.

 

Pastikan bagian tengah mata pisau berada tepat di tengah sisi mur. Mata pisau juga harus menempel tegak lurus pada permukaan datar di sisi mur agar tekanan dapat bekerja secara optimal.

 

Perhatikan pula ukuran mata pisau. Sebaiknya pilih nut breaker dengan lebar mata pisau yang sesuai atau lebih besar dari ketebalan mur. Jika mata pisaunya terlalu kecil, mur mungkin tidak dapat retak atau

 

2. Pastikan Nut Breaker Tetap Stabil

Setelah posisinya tepat, tahan atau stabilkan badan nut breaker agar tidak bergeser selama proses pemecahan mur.

 

Untuk nut breaker berukuran kecil, alat biasanya dapat ditahan dengan tangan. Namun, untuk ukuran yang lebih besar, gunakan kunci atau alat bantu yang sesuai untuk menjaga posisi alat tetap stabil. Pastikan tangan tidak berada di dekat mata pisau selama proses pengerjaan.

 

3. Pecahkan Mur Secara Bertahap

Putar bagian belakang nut breaker untuk mengencangkan mekanismenya hingga mata pisau mulai menekan permukaan mur. Tekan mata pisau secara perlahan dan bertahap sampai terbentuk retakan pada mur.

 

Pada nut breaker manual, gunakan kunci yang sesuai untuk memutar mekanisme pengencang. Sementara itu, pada tipe hidrolik, tekanan dihasilkan oleh sistem hidrolik sehingga mampu memberikan gaya yang lebih besar.

 

Begitu mur sudah retak atau terbelah, segera hentikan tekanan. Jangan terus mendorong mata pisau setelah mur berhasil dipecahkan.

 

Pada beberapa kondisi, mur dapat langsung dilepas setelah satu sisi retak. Namun, jika masih sulit dilepas, lakukan proses yang sama pada sisi berlawanan. Dengan membuat retakan pada kedua sisi, mur biasanya akan lebih mudah dilepaskan.

Beberapa jenis nut breaker juga dirancang untuk membuat retakan pada dua sisi mur secara bersamaan, sehingga proses pelepasan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

     

Perhatikan Baut Saat Memecahkan Mur

Jangan terus menekan mata pisau setelah mur berhasil retak. Jika mata pisau terus didorong, bukan hanya mur yang dapat rusak, tetapi baut di bagian dalamnya juga berisiko ikut mengalami kerusakan.

 

Hal ini perlu mendapat perhatian lebih pada nut breaker hidrolik karena alat tersebut mampu menghasilkan tekanan yang besar. Selama proses berlangsung, selalu pantau kondisi mur dan segera hentikan alat setelah retakan terbentuk.

Kesimpulan

Jika mur tetap tidak dapat diputar meskipun sudah menggunakan cairan pelumas atau penetran antikarat, menggunakan nut breaker untuk memecahkan mur dapat menjadi pilihan yang lebih efektif daripada terus memaksanya dengan kunci.

 

Namun, seperti yang telah dijelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari memilih ukuran yang sesuai, memastikan posisi mata pisau tepat, menjaga alat tetap stabil, hingga segera menghentikan tekanan setelah mur retak. Pastikan juga spesifikasi nut breaker sesuai dengan ukuran dan material mur yang akan dilepas.

 

Jika digunakan dengan benar dan sesuai prosedur, nut breaker merupakan alat yang praktis dan efektif untuk membantu melepaskan mur yang macet atau rusak, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada baut dan komponen di sekitarnya.

 

Sumber : monotaro.com