Refrigeran adalah zat yang digunakan pada peralatan pendingin atau pengatur suhu, seperti AC, kulkas, freezer, dan sistem pendingin lainnya. Refrigeran memiliki peran penting dalam proses perpindahan panas sehingga suhu ruangan atau mesin dapat diatur sesuai kebutuhan.

 

Sejak dahulu, berbagai jenis refrigeran telah digunakan secara luas. Namun, beberapa jenis refrigeran lama diketahui dapat merusak lapisan ozon dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Karena itu, penggunaan refrigeran tersebut mulai dibatasi hingga akhirnya produksinya dihentikan di banyak negara.

 

Sebagai penggantinya, kini telah dikembangkan berbagai jenis refrigeran alternatif yang lebih ramah lingkungan dan memiliki dampak lebih kecil terhadap lapisan ozon maupun pemanasan global. Setiap refrigerant pengganti memiliki karakteristik dan penggunaan yang berbeda-beda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis peralatan dan kebutuhan sistem pendingin yang digunakan.

Apa Itu Refrigerant

Refrigeran adalah berbagai jenis zat yang digunakan dalam mekanisme pendingin udara (AC) untuk menaikkan atau menurunkan suhu ruangan, maupun pada lemari pendingin untuk mendinginkan bagian dalamnya.

 

Cara Kerja Refrigerant

Ketika suatu zat berubah dari cair menjadi gas, zat tersebut menyerap panas dari sekitarnya (panas penguapan/evaporasi). Sebaliknya, ketika berubah dari gas menjadi cair, zat tersebut melepaskan panas ke sekitarnya (panas kondensasi).

 

Berbagai zat yang digunakan sebagai refrigeran umumnya berbentuk gas pada suhu normal dan akan berubah menjadi cair ketika diberikan tekanan. Mekanisme inilah yang dimanfaatkan pada peralatan pengatur suhu seperti AC dan lemari pendingin untuk mengatur temperatur suatu ruang.

 

Apa Itu Freon

Jenis refrigeran yang paling umum digunakan adalah kelompok gas yang dikenal sebagai freon. Freon merupakan senyawa kimia yang sangat stabil dan mengandung karbon, hidrogen, fluor, serta unsur halogen lainnya. Bahan ini telah digunakan secara luas sejak tahun 1930-an.

 

Namun, karena diketahui menjadi salah satu penyebab kerusakan lapisan ozon, sejak paruh akhir abad ke-20 berbagai regulasi mulai diberlakukan, termasuk penghentian produksi beberapa jenis zat tertentu.

Jenis-Jenis Refrigeran

Zat yang digunakan sebagai refrigeran memiliki berbagai jenis. Secara umum, refrigeran dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan kandungan kimia dan dampaknya terhadap lingkungan.

 

CFC (Chlorofluorocarbon)

CFC merupakan jenis refrigeran yang telah digunakan sejak lama. Contoh refrigeran CFC antara lain R12 dan R502 yang dahulu banyak digunakan pada mesin pendingin suhu rendah, AC mobil, dan lemari pendingin.

 

Namun, CFC diketahui memiliki dampak besar terhadap kerusakan lapisan ozon. Karena itu, produksinya mulai dihentikan secara global sejak akhir tahun 1995.

 

Nilai Ozone Depletion Potential (ODP) atau tingkat perusakan ozon pada CFC berada di kisaran 0,6 hingga 1,0, yang tergolong sangat tinggi

 

HCFC (Hydrochlorofluorocarbon)

HCFC adalah jenis refrigeran yang salah satu contohnya adalah R22. Refrigeran ini banyak digunakan pada AC rumah tangga maupun AC paket.

 

Karena mengandung hidrogen, HCFC memiliki dampak terhadap lapisan ozon yang lebih kecil dibandingkan CFC. Meski begitu, refrigeran ini tetap memiliki potensi merusak ozon sehingga penggunaannya mulai dibatasi sejak tahun 1996 dan secara bertahap dihentikan.

 

Nilai Ozone Depletion Potential (ODP) HCFC adalah sekitar 0,055.

HFC (Hydrofluorocarbon)

HFC merupakan kelompok refrigeran yang banyak digunakan saat ini, seperti R410A, R32, R404A, R407C, R507A, dan R134a.

 

Jenis refrigeran ini digunakan pada berbagai perangkat pendingin, misalnya:

  • R410A untuk AC rumah tangga
  • R134a untuk AC mobil
  • Sistem pendingin komersial dan lemari pendingin

 

Berbeda dengan CFC dan HCFC, HFC tidak mengandung klorin sehingga tidak merusak lapisan ozon. Karena itu, nilai Ozone Depletion Potential (ODP) pada HFC adalah 0.

 

Meski lebih ramah terhadap ozon, HFC tetap termasuk gas rumah kaca yang dapat berkontribusi terhadap pemanasan global. Di antara berbagai jenis HFC, R32 saat ini banyak mendapat perhatian karena memiliki dampak pemanasan global yang lebih rendah dibandingkan beberapa refrigeran lainnya. 

※ Apa Itu Ozone Depletion Potential (ODP)

Ozone Depletion Potential (ODP) adalah nilai yang menunjukkan tingkat dampak suatu zat terhadap perusakan lapisan ozon, dengan CFC-11 sebagai standar acuan bernilai 1,0.

 

Aplikasi Utama Refrigerant

Refrigerant yang Dibatasi

Refrigerant Pengganti Utama

AC Paket

R22 (HCFC) ※1

R407C (HFC), R410A (HFC), R32 (HFC)

AC Rumah Tangga

R22 (HCFC) ※1

R410A (HFC), R32 (HFC)

Freezer Suhu Rendah

R22 (HCFC) ※1, R502 (CFC) ※2

R404A (HFC), R507A (HFC)

AC Mobil

R12 (CFC) ※2

R134a (HFC), R1234yf (HFO) (sudah digunakan pada mobil Eropa)

Lemari Pendingin Komersial

R12 (CFC) ※2, R502 (CFC) ※2, R22 (HCFC) ※1

R134a (HFC), R404A (HFC), R410A (HFC)

 

※ Refrigeran HFC masih memiliki nilai potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) yang tinggi. Oleh karena itu, pengembangan refrigeran dengan dampak pemanasan global yang lebih rendah menjadi kebutuhan yang mendesak ke depannya.

 

※1 … Dihapus sepenuhnya pada tahun 2020
※2 … Sudah dihapus sepenuhnya

Apa Itu Refrigerant Baru R32

R32 adalah salah satu jenis refrigeran HFC yang tidak merusak lapisan ozon dan memiliki dampak pemanasan global yang lebih rendah dibandingkan beberapa refrigeran lainnya. Karena keunggulan tersebut, R32 sering disebut sebagai refrigeran generasi baru dan kini banyak digunakan pada sistem AC modern.

 

Keunggulan sebagai Refrigeran Tunggal

Sebagian besar refrigeran yang digunakan saat ini merupakan refrigeran campuran, yaitu terdiri dari beberapa jenis gas. Pada refrigeran campuran, apabila terjadi kebocoran, komposisi gas dapat berubah sehingga performa pendinginan menjadi tidak optimal.

 

Berbeda dengan refrigeran campuran, R32 merupakan refrigeran dengan komponen tunggal. Karena itu, karakteristik dan performanya lebih stabil. Jika terjadi kebocoran, sistem biasanya cukup diisi ulang dengan refrigeran yang hilang tanpa perlu mengganti seluruh isi refrigeran, sehingga penanganannya lebih mudah.

 

Penanganan R32

R32 memiliki tekanan kerja yang lebih tinggi dibandingkan beberapa refrigeran HFC lainnya, yaitu sekitar 1,5 kali lebih besar saat proses penguapan berlangsung. Karena itu, penggunaan peralatan dan prosedur kerja yang sesuai sangat penting saat proses instalasi maupun servis.

 

Selain itu, meskipun R32 tidak merusak lapisan ozon, refrigeran ini tetap memiliki potensi terhadap pemanasan global. Oleh sebab itu, refrigeran harus tetap dikumpulkan dan ditangani dengan benar saat proses perawatan, penggantian, maupun pembuangan agar tidak terlepas ke lingkungan.

 

Kesimpulan

Refrigeran memiliki berbagai jenis dengan tingkat dampak lingkungan yang berbeda-beda, baik terhadap lapisan ozon maupun pemanasan global. Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, penggunaan refrigeran yang lebih ramah lingkungan seperti R32 diperkirakan akan terus berkembang dan semakin banyak digunakan pada berbagai sistem pendingin di masa mendatang.

 

Sumber : monotaro.com