Estimasi Biaya Pengiriman
Rp14.800 - Rp21.200 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dengan minimum pembelian Rp400.000. Lihat selengkapnya
Komponen ini berfungsi sebagai elemen pengikat utama dalam rakitan fixture untuk menahan benda kerja secara rigid pada meja T-slot. Kekuatan tariknya menahan gaya potong (cutting force) yang besar selama proses pemesinan, mencegah pergeseran benda kerja yang dapat merusak toleransi dimensi produk akhir atau mematahkan alat potong.
Baja SCM435 memiliki karakteristik kekuatan tarik (tensile strength) sangat tinggi dan ketangguhan luar biasa setelah proses perlakuan panas. Material ini mampu menahan tegangan jepit berulang tanpa mengalami kelelahan logam (fatigue) atau deformasi plastis, menjadikannya superior dibandingkan baut baja karbon standar.
Stud Bolt (Baut Tanam):
Karena tidak memiliki kepala tetap, teknisi dapat mengatur ketinggian mur (nut) sesuai dengan ketebalan benda kerja. Stud bolt biasanya dipasang berpasangan dengan T-Nut yang masuk ke alur meja mesin (T-slot). Varian seperti "NABEYA Stud (Flat Tip)" dirancang dengan ujung rata untuk memberikan kontak yang stabil pada dasar T-nut.
T-Bolt:
Jenis ini memiliki kepala yang ditempa (forged) menyerupai huruf "T". Desain ini memungkinkan baut dimasukkan langsung ke alur meja mesin dan dikunci dengan memutarnya 90 derajat. T-bolt menawarkan kecepatan pemasangan namun kurang fleksibel dalam hal penyesuaian panjang efektif dibandingkan sistem stud bolt.
Clamping Screw dengan Tip Khusus:
Beberapa baut penjepit dirancang menekan langsung ke benda kerja. Untuk mencegah kerusakan permukaan benda kerja, ujung baut ini sering kali dimodifikasi. Ada yang berbentuk flat (rata), ball point (untuk permukaan miring), atau dilengkapi bantalan putar (swivel pad).
Panjang Efektif:
Pastikan panjang baut cukup untuk masuk ke dalam T-Nut sepenuhnya (minimal 1,5 kali diameter baut) dan menyisakan ruang yang cukup di atas flange nut setelah benda kerja dijepit. Baut yang terlalu pendek berisiko mencabut ulir T-Nut (thread stripping).
Jenis Ulir:
Mayoritas mesin perkakas menggunakan ulir metrik kasar (Metric Coarse). Hindari mencampur baut ulir inchi dengan mur metrik atau sebaliknya, karena dapat merusak komponen secara permanen.
Interferensi dengan Mata Pisau:
Saat merancang ketinggian baut, perhitungkan jalur pergerakan spindle dan mata pisau. Baut yang terlalu panjang dan menonjol ke atas area pemotongan berpotensi tertabrak oleh alat potong, yang dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mesin.
Sering kali teknisi pemula mencoba mengganti clamping bolt khusus dengan baut konstruksi biasa (baut kepala segi enam). Terdapat perbedaan fundamental yang membuat praktik ini tidak disarankan:
Fleksibilitas Ketinggian:
Baut kepala heksagonal memiliki panjang tetap dari kepala hingga ujung. Jika benda kerja memiliki variasi ketebalan, operator harus mencari baut dengan panjang berbeda-beda. Sebaliknya, stud bolt memungkinkan penggunaan coupling nut (mur sambung) untuk memperpanjang jangkauan tanpa mengganti baut dasar.
Distribusi Keausan:
Pada baut biasa, jika ulir rusak, seluruh baut harus dibuang. Pada sistem stud bolt, kerusakan ulir biasanya terjadi pada mur (nut) yang lebih murah dan mudah diganti, sedangkan batang bautnya sendiri memiliki umur pakai yang lebih lama.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami





/azP110850395-1.jpg)
%20CP150%20CP150-20100/jwP115812716-1.jpg)

/ajP115822379-1.jpg)