Untuk hasil optimal, pertama pastikan permukaan material bersih, kering, dan bebas dari minyak atau debu. Kocok kaleng selama kurang lebih satu menit sebelum digunakan. Semprotkan perekat secara merata dari jarak 15-20 cm dari permukaan.
Untuk ikatan terkuat, aplikasikan pada kedua permukaan yang akan direkatkan dan tunggu beberapa saat sesuai instruksi produk hingga perekat menjadi lengket saat disentuh (tacky), baru kemudian satukan kedua material. Selalu pastikan ventilasi di area kerja memadai untuk menghindari inhalasi uap berlebih.
Perbedaan utamanya terletak pada agen perekatnya. Solvent-based spray glue menggunakan pelarut kimia yang menguap dengan cepat, menghasilkan waktu kering yang singkat dan daya rekat awal yang sangat kuat. Jenis ini umum dipakai di industri yang butuh kecepatan produksi. Sebaliknya, water-based spray glue menggunakan air sebagai agen pembawa, membuatnya lebih ramah lingkungan dengan kadar VOC lebih rendah. Waktu keringnya cenderung lebih lama, namun tetap menawarkan performa ikatan yang kuat setelah kering sempurna.
| Nama Produk | Spesifikasi | Harga (IDR) |
| 3M Spray Mount 6065 10.25oz 1pc | - Volume: 10.25 oz | 209,000 |
| KOKUYO Spray Glue Temporary Fastening Type TY-LAS2 1pc(220mL) | - Material: Synthetic rubber - Ingredients: LPG (non-CFC) |
171,000 |
| KOKUYO Spray Glue Adhesive Type TY-LAS21 1pc(430mL) | - Main Ingredient: Synthetic rubber - Ingredients: LPG (non-CFC) |
315,000 |
Perekat Permanen (Permanent Adhesive): Jenis ini dirancang untuk menciptakan ikatan yang sangat kuat dan bersifat permanen setelah proses pengeringan (curing) selesai. Ikatan yang terbentuk umumnya tidak dapat dilepas tanpa merusak salah satu atau kedua substrat. Penggunaannya sangat krusial pada industri furnitur untuk laminasi HPL, di sektor otomotif untuk pemasangan kain plafon dan panel interior, serta untuk merekatkan material insulasi seperti busa atau glasswool.
Perekat Temporer (Temporary/Repositionable Adhesive): Perekat ini memiliki daya lekat awal yang lebih rendah, atau dikenal dengan istilah low tack. Karakteristik ini memungkinkan material untuk ditempel, dilepas, dan diposisikan ulang beberapa kali tanpa meninggalkan residu perekat yang signifikan. Penggunaan utamanya terdapat di industri garmen untuk menahan pola pada kain sebelum proses pemotongan atau penjahitan, di dunia percetakan untuk tata letak pra-cetak, atau sebagai alat bantu perakitan sementara.
Solvent-Based Adhesive: Perekat ini menggunakan pelarut kimia sebagai medium pembawa. Keunggulannya adalah waktu penguapan yang sangat cepat, sehingga proses perekatan menjadi lebih singkat (fast tack). Ikatan awalnya sangat kuat, cocok untuk lini produksi dengan ritme cepat. Namun, perekat jenis ini memiliki tingkat Volatile Organic Compound (VOC) yang lebih tinggi, sehingga memerlukan sistem ventilasi yang sangat baik di area kerja.
Water-Based Adhesive: Menggunakan air sebagai medium pembawa, jenis ini menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan karena kadar VOC jauh lebih rendah. Meskipun waktu keringnya cenderung lebih lama dibandingkan solvent-based, ikatan akhir yang dihasilkannya tetap kuat dan andal. Perekat ini menjadi pilihan pada industri yang memiliki regulasi emisi ketat atau untuk penggunaan di ruang kerja yang lebih terbatas.
Apakah permukaannya berpori (porous) seperti kain, busa, dan kayu, atau tidak berpori (non-porous) seperti logam, kaca, dan plastik tertentu (seperti polietilena atau polipropilena). Beberapa perekat dirancang khusus untuk substrat spesifik guna menjamin kompatibilitas kimia dan daya rekat maksimal.
Tentukan apakah ikatan yang diperlukan bersifat struktural (menahan beban) atau sekadar fiksasi posisi. Kekuatan ikatan, biasanya diukur dalam PSI (pounds per square inch), harus sesuai dengan tuntutan beban kerja dari produk akhir.
Perhatikan dua parameter waktu krusial. Open time adalah rentang waktu setelah perekat disemprotkan di mana ikatan masih dapat terbentuk dengan baik. Tack time adalah waktu yang dibutuhkan perekat untuk mencapai tingkat kelengketan ideal sebelum kedua permukaan disatukan. Proses perakitan yang kompleks membutuhkan open time lebih panjang.
Analisis kondisi di mana produk akhir akan digunakan. Apakah akan terpapar suhu ekstrem, kelembapan tinggi, sinar UV, atau kontak dengan minyak dan kimia yang bersifat korosif? Pilih perekat dengan ketahanan spesifik terhadap faktor-faktor tersebut untuk mencegah penurunan performa seiring waktu.
Beberapa produk menawarkan nozzle yang dapat diatur untuk menghasilkan pola semprotan vertikal, horizontal, atau melebar. Pola semprotan yang dapat disesuaikan sangat membantu dalam mengontrol area cakupan dan mengurangi limbah (overspray).
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami




