Perangkat ini memanfaatkan prinsip impitan mekanis (interference fit) antara cincin dalam dan luar. Saat baut pengunci dikencangkan, bidang miring (taper) di dalamnya bergerak saling menekan, menghasilkan gaya radial besar ke arah poros dan hub. Gaya jepit ini menciptakan gesekan statis tinggi mampumenyalurkan torsi putar serta beban aksial secara simultan tanpa slip.
Sambungan pasak tradisional menciptakan titik konsentrasi tegangan (stress concentration) pada sudut alur poros, memicu keretakan akibat kelelahan logam (fatigue). Sebaliknya, Power Lock mendistribusikan tekanan secara merata ke seluruh keliling poros. Hal ini meningkatkan kekuatan poros secara signifikan, memungkinkan penggunaan diameter poros lebih kecil untuk beban setara.
Model ini menawarkan keseimbangan antara kapasitas torsi tinggi dan kemudahan pemasangan. Biasanya memiliki fitur self-centering, yang berarti alat ini secara otomatis memusatkan hub terhadap poros saat dikencangkan.
Varian ini dirancang untuk hub dengan diameter luar yang lebih kecil. Desainnya meminimalkan tekanan pada hub sehingga cocok untuk komponen yang dinding hub-nya relatif tipis. Seri TF sering kali memiliki waktu instalasi yang lebih cepat karena jumlah baut yang lebih sedikit namun optimal.
Tipe ini tidak memiliki kepala flange yang menonjol, sehingga seluruh unit dapat masuk terbenam (flush) di dalam lubang hub. Ini sangat ideal untuk desain mesin yang membutuhkan profil rata atau ruang aksial yang sangat terbatas. Namun, tipe ini biasanya memerlukan pemasangan manual yang lebih teliti untuk memastikan kelurusan.
Dirancang untuk menahan torsi ekstrem dan beban lentur (bending moment), seperti pada drum conveyor pertambangan atau crusher. Seri ini memiliki cincin yang lebih tebal dan baut berdiameter lebih besar.
Torsi Transmisi (Transmissible Torque): Pastikan nilai torsi slip Power Lock lebih besar daripada torsi puncak motor penggerak (termasuk faktor keamanan/ safety factor).
Tekanan Kontak Hub (Hub Contact Pressure): Power Lock memberikan tekanan ekspansi yang besar. Anda harus menghitung apakah material hub (misalnya aluminium atau besi cor) mampu menahan tekanan tersebut tanpa pecah. Gunakan rumus tegangan tangensial untuk memvalidasi ketebalan dinding hub.
Toleransi Poros dan Lubang: Setiap seri Power Lock memiliki syarat toleransi diameter (biasanya H7/h6 atau H8/h8). Toleransi yang terlalu longgar akan menurunkan kapasitas torsi secara drastis.
Lingkungan Operasional: Untuk lingkungan makanan atau kimia yang bersifat korosif, pertimbangkan varian Stainless Steel atau yang memiliki lapisan nikel (Nickel Plated). Namun, perlu diingat bahwa Stainless Steel umumnya memiliki kapasitas torsi yang lebih rendah (sekitar 70-80% dari tipe baja standar) karena koefisien geseknya yang berbeda.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
%20Power%20Lock/quP112957966-1.jpg)
%20Power%20lock%20TF%20series/6oP112956240-1.jpg)
%20Power%20lock%20AS%20series/00P112956000-1.jpg)
%20Power%20lock%20AS-KP%20series/0sP112956028-1.jpg)
%20Power%20Lock%20KE-KP%20Series/3zP112956143-1.jpg)
%20Power%20lock%20TF-KP%20series/7gP112956268-1.jpg)
%20Power%20lock%20SL%20series/5oP112956204-1.jpg)
%20Power%20Lock%20ML%20Series/59P112956189-1.jpg)
%20Power%20lock%20ML%20series/4hP112956161-1.jpg)
%20Power%20lock%20AND-KP%20series/rcP112957984-1.jpg)
%20Power%20Lock%20TF%20Series/66P112956222-1.jpg)
%20Power%20Lock/pmP112955922-1.jpg)