Tipe ini, seperti BASLER Ace atau TOSHIBA TELI, murni berfungsi sebagai "mata" yang menangkap gambar mentah (raw image). Kamera ini harus terhubung ke komputer industri (IPC) atau vision controller terpisah untuk memproses data. Keunggulannya adalah fleksibilitas yang sangat tinggi dalam pemilihan software dan kemampuan komputasi yang lebih kuat, sangat cocok untuk inspeksi yang kompleks.
Seperti seri OMRON FH atau model sejenisnya, tipe ini adalah sistem all-in-one. Sensor gambar, prosesor, memori, dan perangkat lunak analisis sudah tertanam di dalam satu bodi kamera yang ringkas. Smart camera biasanya memiliki port I/O digital yang bisa langsung terhubung ke PLC untuk memberikan sinyal "OK/NG" tanpa memerlukan PC tambahan. Ini adalah solusi ideal untuk tugas inspeksi standar seperti pembacaan kode (barcode/QR), deteksi keberadaan objek, atau pengukuran sederhana.
Resolusi vs. Bidang Pandang (FOV): Tentukan detail terkecil yang harus dideteksi. Jika Anda perlu mendeteksi goresan 0.1 mm pada area seluas 100x100 mm, maka resolusi kamera harus dihitung agar 1 piksel mewakili ukuran yang jauh lebih kecil dari cacat tersebut. Resolusi tinggi seperti 5MP atau 12MP memberikan detail lebih baik tetapi data yang dikirim lebih berat, yang bisa memperlambat proses.
Global Shutter vs. Rolling Shutter: Untuk objek yang bergerak cepat di conveyor, wajib menggunakan sensor dengan fitur Global Shutter. Fitur ini mengekspos seluruh piksel secara bersamaan, sehingga gambar yang dihasilkan bebas dari distorsi atau efek miring (skew). Sebaliknya, Rolling Shutter (umum pada kamera murah) mengekspos baris per baris, yang akan membuat benda bergerak terlihat lonjong atau terdistorsi.
Antarmuka Data (Interface):
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
%20Extender/atP110987389-1.jpg)