Estimasi Biaya Pengiriman
Rp14.800 - Rp21.200 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dengan minimum pembelian Rp400.000. Lihat selengkapnya
Berbeda dengan bushing linear yang hanya menahan beban radial, mekanisme spline nut memiliki alur bola resirkulasi yang dirancang untuk mentransmisikan torsi (gaya putar) secara efisien sambil melakukan gerakan linear (maju-mundur). Kemampuan ganda ini memungkinkan desain mesin menjadi lebih ringkas karena satu poros dapat berfungsi sebagai penggerak rotasi sekaligus penopang beban linear.
Pemilihan harus didasarkan pada perhitungan beban dinamis rata-rata dan beban statis maksimum yang diizinkan. Insinyur perlu mempertimbangkan diameter poros, panjang langkah (stroke), serta tipe kontak bola (kontak sudut atau radial) untuk memastikan komponen mampu menangani akselerasi cepat tanpa mengalami slip atau getaran berlebih.
Cylindrical Type (Tipe Silinder):
Ini adalah bentuk paling dasar (seperti tipe SSP pada gambar). Bagian luarnya berbentuk silinder polos dengan keyway (alur pasak) untuk mencegah mur berputar di dalam rumah (housing). Tipe ini paling ringkas dan cocok digunakan ketika ruang instalasi terbatas atau ketika dimasukkan ke dalam lubang boring yang presisi.
Flanged Type (Tipe Flensa):
Pada salah satu ujung mur terdapat flensa (baik bulat, persegi, atau terpotong) yang memiliki lubang baut. Desain ini memudahkan pemasangan langsung ke permukaan komponen mesin tanpa memerlukan housing tambahan, memberikan kemudahan perakitan dan penggantian.
Rotary Ball Spline:
Varian yang lebih kompleks di mana bagian luar mur itu sendiri merupakan bantalan putar (angular contact bearing). Ini memungkinkan poros bergerak linear dan berputar secara bersamaan atau independen. Umumnya digunakan pada lengan robot SCARA atau mekanisme tool changer.
Kapasitas Transmisi Torsi:
Tentukan seberapa besar gaya putar yang akan diterima oleh poros. Spline Nut memiliki rated torque yang spesifik. Menggunakan unit di bawah spesifikasi dapat menyebabkan deformasi pada alur bola atau pecahnya bola baja.
Momen Beban (Moment Load):
Karena sering digunakan sebagai poros tunggal (single shaft), Spline Nut harus mampu menahan beban momen (gaya bengkok). Desain kontak bola (misalnya kontak 4 titik atau kontak busur gotik) sangat mempengaruhi kekakuan (rigidity) terhadap beban momen ini.
Tingkat Presisi (Clearance):
Terdapat pilihan clearance atau celah antara bola dan poros. Untuk penggunaan yang membutuhkan kepresisian tinggi tanpa backlash (gerak bebas), pilihlah tipe dengan preload (prapemuatan). Preload menghilangkan celah internal dan meningkatkan kekakuan, namun sedikit menambah gaya gesek awal.
Panjang Spline Nut:
Terdapat varian standar dan varian panjang (long type). Tipe panjang memiliki lebih banyak sirkulasi bola baja, sehingga kapasitas beban dan torsinya jauh lebih besar dibandingkan tipe standar.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
%20Ball%20spline%20nut%20(SSP%20type)/hsP112978640-1.jpg)


%20Ball%20spline%20nut%20SSPF%20type/k9P112978729-1.jpg)