Material elastomer standar (seperti NBR) memiliki batasan termal tertentu. Aplikasi di lingkungan panas membutuhkan material insert seperti Hytrel atau Urethane yang lebih tahan panas untuk mencegah deformasi. Pemilihan insert yang tepat pada Rotex Rubber Coupling GR 38 menjamin transfer torsi tetap stabil tanpa risiko melelehnya elemen peredam akibat suhu mesin ekstrem.
Desain cakram ganda seperti Sung-IL Machinery Double Disk Type Coupling memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk mengakomodasi ketidaksejajaran paralel dan sudut secara bersamaan. Kemampuan ini mengurangi beban radial pada poros mesin cetak yang sensitif, menjaga presisi cetak tetap konsisten dibandingkan tipe cakram tunggal yang lebih kaku.
Elastomeric Spider/Jaw Insert:
Digunakan pada Jaw Coupling. Komponen ini dipasang di antara dua hub logam (rahang) dan menerima beban kompresi. Contoh visualnya adalah insert berbentuk bintang oranye pada Rotex GR 38 atau biru pada Sung-IL Jaw Coupling. Keunggulannya adalah kemampuan meredam getaran torsional yang sangat baik dan fail-safe (jika elastomer hancur, rahang logam masih bisa menggerakkan beban meski berisik).
Rubber Element/Tire:
Digunakan pada Tire Coupling atau HRC Coupling seperti Martin Rubber HRC. Elemen ini bekerja dengan prinsip geser (shear) atau lentur. Bentuknya bisa berupa donat karet utuh atau belahan (split) yang memudahkan penggantian tanpa menggeser posisi motor. Material karet alam atau sintetis (NBR) memberikan fleksibilitas ekstrem terhadap ketidaksejajaran poros.
Metal Disk Pack:
Digunakan pada Disk Coupling seperti Sung-IL Single/Double Disk Type. Spare part ini berupa susunan lembaran stainless steel tipis yang disatukan dengan bushing. Berbeda dengan karet, logam tidak memiliki backlash (celah gerak balik) dan sangat kaku secara torsional (torsionally rigid), menjadikannya pilihan utama untuk servomotor dan mesin presisi CNC.
Pin & Bushing:
Ditemukan pada kopling tipe flensa fleksibel seperti Revco Flexible Coupling atau Kanemitsu Flexible Rubber Parts. Terdiri dari baut baja yang dibungkus karet bushing. Karet ini menyerap kejutan saat start-up dan mengisolasi arus listrik antar poros.
Gear/Sleeve Insert:
Digunakan pada kopling gigi atau Sleeve Coupling seperti TB WOOD S Sleeve. Elemen ini berupa selongsong karet atau plastik EPDM yang memiliki gigi internal untuk berinteraksi dengan gigi eksternal pada hub besi.
Tingkat Kekerasan (Shore Hardness):
Untuk tipe elastomer, kekerasan material menentukan besaran torsi yang dapat ditransmisikan. Material yang lebih lunak (misalnya 92 Shore A - kuning/oranye) memiliki peredaman getaran lebih baik namun torsi lebih rendah. Material yang lebih keras (misalnya 64 Shore D - hijau/merah) mentransmisikan torsi tinggi namun lebih kaku.
Ketahanan Suhu dan Kimia:
Lingkungan kerja dengan suhu ekstrem atau paparan minyak memerlukan material spesifik. Karet Hytrel atau Urethane tahan terhadap minyak dan bahan kimia yang bersifat korosif, sedangkan karet alam biasa mungkin akan mengalami pembengkakan (swelling) jika terkena pelumas. Logam stainless steel pada disk pack tahan terhadap suhu tinggi namun tidak meredam getaran sebaik karet.
Dimensi Fisik (OD/ID):
Pastikan diameter luar (Outside Diameter) dan ketebalan elemen sesuai dengan ukuran hub kopling. Kesalahan ukuran sekecil milimeter pada spider dapat menyebabkan celah (backlash) yang merusak hub logam.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
/P102026519-1.jpg)