Perhitungan ukuran bore didasarkan pada gaya dorong (thrust force) yang dibutuhkan. Rumus dasarnya adalah F = P x A, di mana F adalah gaya, P adalah tekanan udara suplai, dan A adalah luas penampang piston. Penting untuk menerapkan faktor beban (load factor) sekitar 50% hingga 70% dari kapasitas teoritis untuk mengakomodasi gesekan internal dan fluktuasi tekanan udara pabrik agar gerakan aktuator tetap lancar dan responsif.
Tipe Single Acting menggunakan pegas untuk kembali ke posisi awal (fail-safe), ideal untuk aplikasi keselamatan yang mengharuskan katup menutup atau membuka otomatis saat suplai udara terputus darurat. Sebaliknya, tipe Double Acting menggunakan udara untuk kedua arah gerakan, memberikan kontrol posisi lebih presisi dan siklus kerja lebih cepat, namun tidak memiliki posisi gagal-aman (fail-safe position) tanpa tangki udara cadangan.
Tipe ini, seperti varian "KZE Actuator Pneumatic Double Acting", membutuhkan suplai udara bertekanan untuk kedua arah gerakan (membuka dan menutup). Udara masuk ke satu port untuk memutar poros ke kiri (berlawanan arah jarum jam), dan udara harus masuk ke port sebaliknya untuk memutar poros kembali ke kanan. Keunggulannya adalah kontrol penuh pada kedua arah dan ukuran fisik yang lebih ringkas untuk torsi yang setara.
Varian ini menggunakan udara bertekanan hanya untuk satu arah gerakan (biasanya untuk membuka), sedangkan gerakan pengembalian (menutup) dihasilkan oleh gaya mekanis dari pegas (springs) internal saat tekanan udara dibuang. Tipe ini sangat krusial untuk sistem keselamatan Fail-Safe. Jika terjadi kegagalan suplai udara atau listrik mati, pegas akan secara otomatis memaksa katup kembali ke posisi aman yang telah ditentukan (biasanya Normally Closed atau Normally Open).
Efisiensi aktuator ditentukan oleh desain internalnya:
Rack and Pinion: Ini adalah mekanisme paling umum pada aktuator tipe kotak seperti Samiplast atau KZE. Piston internal memiliki gerigi (rack) yang terhubung dengan gerigi pada poros utama (pinion). Saat tekanan udara mendorong piston bergerak linear, gerigi tersebut memutar pinion, menghasilkan gerak rotasi. Desain ini memberikan torsi yang konstan di seluruh rentang putaran.
Rotary Vane: Seperti terlihat pada produk "SMC Rotary Actuator", tipe ini menggunakan baling-baling (vane) yang terpasang langsung pada poros di dalam ruang silinder. Tekanan udara menekan baling-baling untuk berputar. Tipe ini sangat efisien untuk penggunaan pada ruang terbatas dan beban torsi ringan hingga menengah, dengan siklus operasi yang sangat cepat.
Kalkulasi Torsi (Torque Sizing): Jangan hanya melihat torsi katup. Anda harus mengalikan torsi operasional katup dengan safety factor (umumnya 20% - 30% untuk media cairan bersih, dan bisa mencapai 50% - 80% untuk media bubuk atau abrasif). Pastikan aktuator mampu menghasilkan torsi tersebut pada tekanan suplai udara minimum yang tersedia di pabrik (biasanya 5 Bar atau 6 Bar).
Kondisi Lingkungan: Periksa material bodi dan seal. Untuk lingkungan laut (offshore) atau pabrik kimia, bodi aluminium standar akan mengalami korosi cepat. Diperlukan pelapis epoksi khusus atau material Stainless Steel. Pastikan juga seal internal (seperti NBR atau Viton) kompatibel dengan rentang suhu operasional di lokasi.
Kecepatan Operasi: Jika proses membutuhkan penutupan katup instan (< 1 detik) untuk mencegah water hammer, aktuator pneumatik adalah pilihan terbaik karena kecepatan responsnya jauh melebihi aktuator elektrik.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami
