Estimasi Biaya Pengiriman
Rp7.200 - Rp20.000 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Komponen ini berfungsi menjepit ujung kawat baja (wire rope) untuk membentuk mata simpul (eye loop) permanen atau menyambung dua kabel. Kekuatan cengkeramannya sangat vital untuk menahan beban tarik pada aplikasi hoist, crane, atau penahan struktur jembatan gantung. Kegagalan fungsi alat ini dapat berakibat fatal pada keselamatan operasional proyek.
Jarak antar klem sebaiknya minimal enam kali diameter kawat baja yang digunakan. Spasi ini memberikan ruang cukup bagi setiap klem untuk mencengkeram tanpa saling mengganggu distribusi tegangan, serta mencegah terjadinya bulging (penggelembungan) kabel di antara klem yang dapat melonggarkan ikatan.
Tipe ini diproduksi melalui proses penempaan panas yang memadatkan struktur molekul baja. Hasilnya adalah pelana (saddle) yang sangat kuat, padat, dan tahan terhadap deformasi akibat beban kejut atau shock load. Produk ini umumnya memenuhi standar federal Amerika Serikat (FF-C-450) atau standar Eropa EN 13411-5. Penggunaan utamanya menyasar pada kegiatan pengangkatan beban kritis (critical lifting) atau penahanan beban statis berat seperti pada guy wire menara telekomunikasi.
Varian ini terbuat dari besi tuang lunak. Karakteristik materialnya lebih rapuh dibandingkan baja tempa dan berpotensi mengalami retak jika menerima tekanan berlebih atau beban kejut. Oleh sebab itu, tipe ini dilarang keras untuk kegiatan pengangkatan beban (lifting) di atas kepala. Penggunaannya terbatas pada aplikasi ringan seperti pagar pembatas, pegangan tangan, atau penahan beban statis non-kritis.
Dibuat khusus untuk lingkungan dengan tingkat korosi tinggi atau kebutuhan higienis. Material Stainless Steel grade 304 atau 316 memberikan perlindungan maksimal terhadap air laut, oksidasi, dan paparan kimia yang bersifat korosif. Meskipun tahan karat, kekuatan mekanisnya sering kali berada di bawah tipe drop forged, sehingga pemilihan beban harus diperhitungkan dengan cermat. Umumnya ditemukan pada industri perkapalan (marine), arsitektur luar ruang, dan pabrik pengolahan makanan.
Setiap tipe klem memiliki efisiensi terminasi yang berbeda. Tipe Drop Forged umumnya memberikan efisiensi sekitar 80% dari beban patah minimum (Minimum Breaking Load) kawat seling jika dipasang dengan benar. Sementara itu, tipe Malleable Iron memiliki efisiensi yang lebih rendah. Insinyur harus memperhitungkan pengurangan kekuatan ini dalam desain faktor keamanan (Safety Factor).
Ukuran klem harus sesuai persis dengan diameter kawat seling. Menggunakan klem yang terlalu besar tidak akan memberikan cengkeraman yang memadai, sedangkan klem yang terlalu kecil dapat merusak struktur kawat seling saat dikencangkan.
Untuk area pesisir atau offshore, penggunaan material galvanis celup panas (Hot Dipped Galvanized) atau Stainless Steel adalah kewajiban untuk mencegah kegagalan struktur akibat karat.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami













