Bowl Bordeaux (tinggi) mengarahkan aroma ke langit-langit mulut, ideal untuk wine full-body. Bowl Burgundy (lebar) mengakumulasi aroma kompleks wine light-body (misal: Pinot Noir) ke hidung tamu.
Konstruksi stainless steel double-wall (dinding ganda) memberikan insulasi termal superior. Ini menjaga es batu tidak cepat mencair dan mencegah kondensasi (embun) di permukaan luar ember, menjaga meja tamu tetap kering.
Alat ini dirancang untuk membuka botol wine (baik still maupun sparkling) dengan bersih dan aman, tanpa merusak gabus (cork) atau wine di dalamnya.
Waiter's Friend (Sommelier Knife): Alat pilihan utama sommelier. Ini adalah alat multi-tool ringkas yang menggabungkan:
Foil Cutter: Mata pisau kecil (bergerigi atau lurus) untuk memotong foil di leher botol.
Worm (Spiral): Spiral logam tipis, biasanya berlapis Teflon atau open-spiral, untuk penetrasi gabus yang bersih.
Lever (Pengungkit): Kunci mekanisnya. Model profesional memiliki double-hinge (dua engsel) untuk ekstraksi gabus dalam dua langkah yang terkontrol.
Ah-So (Two-Prong Opener): Terdiri dari dua mata pisau logam tipis (prongs) paralel. Penggunaannya spesifik untuk wine vintage (tua) dengan gabus yang rapuh. Alat ini "menjepit" gabus dari samping, memungkinkannya ditarik utuh tanpa ditusuk.
Lever Corkscrew (Tipe Rabbit): Mekanisme heavy-duty yang lebih besar. Menggunakan sistem tuas (lever) dan rack-and-pinion untuk membuka botol dengan satu gerakan mulus. Ideal untuk bar bervolume tinggi atau banquet di mana kecepatan lebih diutamakan daripada ritual sommelier klasik.
Alat ini digunakan setelah botol dibuka untuk memastikan wine disajikan pada kondisi ekspresi terbaiknya.
Decanter: Wadah kaca atau kristal dengan dasar lebar (wide base). Memiliki dua fungsi utama:
Aerasi: Memaparkan wine (umumnya red wine muda yang tannic) ke oksigen untuk melembutkan tanin dan membuka aroma (bouquet).
Sedimentasi: Memisahkan wine vintage dari endapan (sediment) alami yang terbentuk di dasar botol.
Wine Aerator: Alat yang dipasang di mulut botol atau dipegang di atas gelas. Alat ini mempercepat proses aerasi dengan mengalirkan wine melalui ruang intake udara. Digunakan untuk aerasi cepat by-the-glass di lingkungan restoran.
Menjaga suhu penyajian (serving temperature) adalah krusial.
Wine Bucket (Ember Es): Umumnya stainless steel atau akrilik. Digunakan bersama air dan es (bukan hanya es) untuk mendinginkan white wine, rosé, atau sparkling wine dengan cepat dan menjaga suhunya di meja tamu.
Wine Sleeve (Selongsong Pendingin): Selongsong berisi gel yang disimpan di freezer. Digunakan sebagai alternatif wine bucket yang lebih ringkas dan portabel (tanpa tetesan air).
Penting untuk program wine-by-the-glass (penjualan per gelas) guna mencegah oksidasi dan kerugian inventaris.
Vacuum Pump Stopper: Sistem dasar yang menggunakan pompa manual untuk mengeluarkan sebagian udara dari botol, memperlambat oksidasi. Hanya efektif untuk preservasi jangka pendek (1-3 hari).
Gas Preservation System (Sistem Preservasi Gas Inert): Metode paling profesional. Sistem ini (seperti PCoravin atau unit Nitrogen) menggantikan oksigen di dalam botol dengan gas inert yang tidak reaktif (Argon atau Nitrogen). Ini menghentikan oksidasi, memungkinkan restoran menyajikan wine premium by-the-glass selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami



