Label food grade mengindikasikan bahwa residu surfaktan aman jika terjadi kontak tidak sengaja atau digunakan untuk mencuci buah dan sayur (setelah dibilas bersih). Dalam operasional katering atau restoran yang menyajikan raw food, penggunaan deterjen multipurpose seperti varian dari Mama Lemon Sabun Cuci Piring menyederhanakan SOP karena satu cairan dapat digunakan untuk peralatan makan sekaligus sanitasi awal bahan segar.
Risiko degradasi kualitas sangat minim selama jerigen tertutup rapat dan disimpan di suhu ruang (25-30°C) jauh dari paparan sinar matahari langsung. Deterjen cair komersial diformulasikan dengan pengawet yang stabil. Namun, penting untuk memastikan tidak ada kontaminasi air saat menuang ke wadah dispenser kecil untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam larutan stok.
Manual Dishwashing Liquid (pH Netral 6-8) Diformulasikan dengan surfaktan anionik dan non-ionik tinggi untuk menghasilkan busa melimpah. Busa ini berfungsi mengikat lemak dan kotoran agar tidak menempel kembali (redeposition) ke permukaan peralatan makan. Formulanya mengandung agen emolien untuk melindungi kulit tangan operator dari iritasi akibat kontak berkepanjangan.
Machine Warewashing Detergent (pH Basa Tinggi 10-14) Cairan ini dirancang khusus untuk mesin dishwasher komersial (tipe conveyor, rack, atau undercounter). Karakteristik utamanya adalah non-foaming (tidak berbusa). Keberadaan busa dalam mesin akan merusak pompa sirkulasi dan mengurangi tekanan semprotan air. Kandungan alkalinitas tinggi berfungsi menyaponifikasi lemak secara agresif dalam siklus pencucian singkat (1-3 menit).
Heavy Duty Degreaser (pH Basa Ekstrem) Cairan ini mengandung pelarut (solvents) dan agen alkali kuat seperti Natrium Hidroksida. Fungsinya memecah polimer minyak yang telah terkarbonisasi (gosong) pada oven, grill, deep fryer, atau exhaust hood. Penggunaan produk ini mewajibkan operator menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.
Soaking Solution / Presoak Liquid Produk dengan formula enzimatis untuk merendam peralatan makan perak (silverware) atau peralatan masak stainless steel sebelum masuk ke mesin pencuci. Enzim protease dan amilase bekerja memecah protein serta pati kering yang sulit dibersihkan hanya dengan semprotan air.
Air dengan kandungan mineral tinggi (kalsium dan magnesium) akan menghambat kinerja deterjen. Ion mineral bereaksi dengan sabun membentuk endapan (scale) atau "sabun batu". Untuk area dengan air sadah, pilih liquid detergent yang mengandung agen sequestering atau chelating kuat seperti EDTA atau NTA. Agen ini berfungsi mengikat ion mineral agar surfaktan dapat bekerja optimal membersihkan lemak.
Penggunaan deterjen basa kuat pada peralatan berbahan aluminium (seperti panci stok besar atau loyang roti) akan menyebabkan reaksi kimia yang bersifat korosif, menghitamkan permukaan logam, dan melarutkan material. Untuk dapur dengan banyak peralatan aluminium, wajib menggunakan deterjen dengan formulasi metal-safe atau inhibitor korosi khusus.
Limbah cair dapur akan masuk ke jebakan lemak (grease trap). Deterjen dengan kemampuan emulsifikasi permanen akan membuat lemak menyatu dengan air dan lolos dari grease trap, menyebabkan penyumbatan pada pipa kota atau membebani sistem STP (Sewage Treatment Plant). Produk bio-deterjen atau yang memiliki sifat quick-break (memisahkan lemak dan air dengan cepat setelah pencucian) lebih disarankan untuk kepatuhan regulasi lingkungan.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami

