Estimasi Biaya Pengiriman
Rp7.200 - Rp20.000 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Penentuan kapasitas harus didasarkan pada perhitungan continuous duty cycle (siklus kerja berkelanjutan), bukan sekadar spesifikasi maksimal teoretis. Industri perlu memperhitungkan bottleneck pada tahap persiapan bahan baku dan pengemasan. Memilih mesin dengan kapasitas 20-30% di atas target produksi riil sangat disarankan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan serta menjaga umur ekonomis komponen motor agar tidak bekerja pada beban puncak secara terus-menerus.
Pembersihan residu minyak dan partikel halus wajib dilakukan menggunakan degreaser food grade dan air panas bertekanan. Penggunaan sikat kawat baja karbon harus dihindari karena dapat meninggalkan partikel besi mikroskopis pemicu karat pada permukaan stainless. Pembongkaran komponen hopper dan auger secara berkala diperlukan untuk sterilisasi total, terutama saat berganti jenis bahan baku dengan profil alergen berbeda.
Tipe ini bekerja dengan prinsip ekstrusi dan pemotongan geser (shear force). Poros ulir menekan daging ke arah piringan berlubang, sementara mata pisau berputar memotong serat daging yang mencoba melewati lubang tersebut. Mesin ini ideal untuk mengolah daging segar maupun setengah beku (tempered) menjadi daging cincang dengan tekstur partikel yang jelas.
Dirancang untuk menghaluskan bahan basah menjadi pasta atau emulsi yang sangat halus, seperti selai kacang, pasta cabai, atau susu kedelai. Mekanismenya menggunakan rotor yang berputar cepat dan stator yang diam dengan celah (gap) yang sangat sempit. Gaya geser hidrolik yang dihasilkan mampu memecah partikel hingga ukuran mikron.
Digunakan untuk menggiling bahan kering seperti rempah-rempah, biji-bijian, atau gula menjadi bubuk. Prinsip kerjanya mengandalkan gaya tumbukan (impact force). Palu-palu logam berputar di dalam ruang giling, memukul bahan baku hingga hancur dan lolos melalui saringan (screen) dengan ukuran mesh tertentu.
Ini adalah konfigurasi standar yang paling umum, terdiri dari satu mata pisau (single knife) dan satu piringan (single plate). Sistem ini cocok untuk penggilingan tahap pertama atau produk yang tidak memerlukan tekstur emulsifikasi, seperti daging burger kasar. Keunggulannya terletak pada kenaikan suhu yang minim karena gesekan yang lebih sedikit.
Konfigurasi ini lebih kompleks, melibatkan susunan ganda atau tripel: kidney plate (pemecah awal), mata pisau dua sisi, piringan kasar, mata pisau kedua, dan piringan halus. Sistem Unger memungkinkan daging digiling menjadi sangat halus dalam satu kali proses pas (single pass), sangat efektif untuk produksi sosis emulsi seperti frankfurter atau bologna.
Jika bahan baku berupa balok daging beku (suhu -18°C hingga -12°C), penggunaan penggiling standar akan menyebabkan kerusakan pada poros dan gearbox. Diperlukan frozen block flaker atau grinder tugas berat (heavy duty) yang memiliki poros ulir bergigi tajam (toothed auger) dan motor dengan torsi ekstrem untuk mencacah balok keras tanpa perlu proses pencairan (thawing) total.
Untuk daging segar, tantangan utamanya adalah mencegah pemisahan lemak (fat smearing). Hal ini terjadi jika daging menjadi panas akibat gesekan berlebih. Pilih mesin dengan desain jalur ulir yang presisi dan mata pisau yang sangat tajam untuk memastikan pemotongan bersih (clean cut) tanpa menekan serat daging secara berlebihan.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami


