Estimasi Biaya Pengiriman
Rp14.800 - Rp21.200 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dengan minimum pembelian Rp400.000. Lihat selengkapnya
Kapasitas jump starter diukur dalam Peak Amps (arus puncak sesaat) dan Cranking Amps (CA) atau Cold Cranking Amps (CCA - arus pada suhu dingin). Untuk armada campuran:
Mobil Penumpang & Van (Bensin): Peak Amps 400-600A biasanya cukup.
Truk Ringan & SUV (Diesel): Membutuhkan arus lebih besar, minimal Peak Amps 800-1000A atau CCA sekitar 400-500A.
Armada Campuran: Pilih unit dengan Peak Amps minimal 1000-1500A untuk mencakup kebutuhan mesin diesel ringan, namun tetap aman untuk mesin bensin. Selalu periksa rekomendasi CCA aki kendaraan.
Ya, namun harus menggunakan jump starter yang dirancang khusus untuk sistem 24V. Jump starter portabel lithium standar (12V) tidak akan mampu dan berisiko rusak jika dipaksakan pada sistem 24V. Jump starter heavy-duty 24V memiliki kapasitas arus sangat besar (umumnya 2000A Peak Amps atau lebih) dan voltase output sesuai. Alat ini biasanya lebih besar dan lebih mahal, didesain untuk bengkel truk atau tim roadside assistance alat berat.
Cara Kerja: Menghubungkan aki lemah ke aki sehat di kendaraan lain secara paralel untuk mentransfer daya cranking.
Cara Kerja: Menyimpan energi dalam baterai Lithium internal, mampu mengeluarkan arus puncak tinggi (Peak Amps) untuk memutar starter motor.
Cara Kerja: Mirip tipe Lithium, namun menggunakan baterai Lead-Acid (biasanya AGM - Absorbent Glass Mat) yang lebih besar.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami













