Tipe ini hanya memungkinkan gerakan linear dalam satu arah (maju-mundur). Digunakan untuk penyetelan fokus sederhana atau pergeseran posisi sensor satu dimensi. Desainnya paling tipis (low profile) dibandingkan tipe multi-axis.
Menggabungkan dua unit X-Axis yang ditumpuk tegak lurus (cross-stacked) atau diproduksi secara integral. Memungkinkan gerakan pada bidang datar dua dimensi (kiri-kanan dan maju-mundur). Sangat umum digunakan pada mikroskop untuk memosisikan sampel di bawah lensa objektif.
Dirancang khusus untuk gerakan vertikal (naik-turun). Mekanismenya berbeda dengan X-Axis karena harus melawan gravitasi. Sering menggunakan struktur pantograph (gunting), wedge (baji), atau jack untuk mengangkat beban dengan stabil. Penting untuk pengaturan ketinggian fokus laser atau sensor jarak.
Kombinasi lengkap tiga dimensi. Biasanya merupakan rakitan modular dari stage XY di bagian bawah dan stage Z (siku L) yang dipasang tegak lurus. Memberikan kontrol posisi spasial penuh pada benda kerja.
Selain gerakan linear, terdapat stage untuk rotasi sudut. Rotation Stage: Berputar 360 derajat pada sumbu pusat. Tilt/Goniometer Stage: Bergerak miring membentuk busur dengan titik pusat rotasi virtual (virtual center of rotation) di atas permukaan stage. Digunakan untuk penyetelan sudut datang cahaya atau kristalografi.
Perhatikan pitch drat pada mikrometer. Standard micrometer head biasanya memiliki pitch 0.5mm, artinya satu putaran penuh menggeser stage sejauh 0.5mm. Untuk aplikasi sub-mikron, dibutuhkan differential micrometer atau aktuator fine-pitch.
Pastikan travel range mencukupi kebutuhan aplikasi namun tidak berlebihan. Stage dengan travel panjang cenderung memiliki dimensi fisik yang besar dan cantilever (lengan momen) yang lebih lemah pada posisi ekstrem. Umumnya travel berkisar dari ±6.5mm hingga ±25mm untuk stage manual.
Periksa spesifikasi beban maksimum, terutama untuk Z-Axis stage. Beban berlebih pada Z-axis akan menyebabkan mikrometer "turun" sendiri atau merusak mekanisme pengangkat. Pada pemasangan vertikal, posisi pusat gravitasi beban juga mempengaruhi torsi pada rel.
Untuk lingkungan laboratorium dengan suhu terkontrol, Aluminium sudah memadai. Namun, untuk mesin industri yang mengalami fluktuasi suhu, Stainless Steel lebih disarankan karena koefisien ekspansi termalnya lebih rendah, menjaga akurasi posisi meski suhu berubah.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami








