Akun sayaProduk BaruBrand MonotaroSemua BrandPromoKomparasi ProdukBlogRequest Quotation
ID JP FlagTentang monotaro.id
Fitur Lainnya
Logo Mobile
ReviewQuoteCartWishlist

3 Pilihan Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press) Terbaik

Bandingkan fitur, spesifikasi, dan harga mesin bor magnet (magnetic drill press) pilihan dari monotaro.id

 

Produk Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)

Products
SKU S012110414 S004070856 S009861820
Daya Input Motor (Watt) 900 W Tidak Dirinci (Estimasi >1000W) 1200 W
Kapasitas Pengeboran Maks. 30 mm 23 mm 23 mm
Kecepatan Tanpa Beban (RPM) 450 rpm 300 rpm 350 rpm
Kekuatan Magnet (Attraction N) 11500 N Standar Industri 13000 N

Mengapa Menggunakan Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)?

Dalam sektor konstruksi baja struktural (I-beam/H-beam), pembuatan jembatan, hingga perakitan rangka kapal (shipbuilding), Mesin Bor Magnet adalah inovasi mobilitas tinggi yang menyingkirkan keharusan membawa material seberat berton-ton ke mesin bor duduk konvensional. Alat ini menggunakan basis elektromagnet bertenaga puluhan ribu Newton (N) yang menempelkan dirinya secara kaku ke atas pelat besi baja—bahkan dalam posisi vertikal maupun terbalik (overhead).


Merek Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press) Terbaik

  • Dongcheng: Salah satu pabrikan alat berat terkemuka asal China yang dikenal secara luas di proyek-proyek konstruksi masif Asia. Mesin Bor Magnet Dongcheng menawarkan keandalan motor tembaga murni dengan kekuatan magnet yang sangat stabil, sangat pas untuk kebutuhan pengadaan proyek massal dengan anggaran cost-effective.
  • RYU: Merek favorit di Indonesia yang memadukan teknologi adaptasi Jepang dengan kemudahan akses suku cadang. Model bor magnetnya mengedepankan torsi motor (RPM rendah) yang ideal untuk menembus baja karbon tebal tanpa membuat mata bor cepat tumpul/terbakar.
  • Wipro: Pilihan tangguh kelas menengah atas (mid-to-high tier) untuk fasilitas fabrikasi tugas berat (heavy-duty). Bor Magnet Wipro sering kali dibekali dengan kekuatan induksi magnet ekstra (hingga 13.000 N) dan poros tipe Morse Taper (MT) untuk mengakomodir berbagai jenis arbor mata bor komersial.

Perbandingan Produk Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)

1. Dongcheng DJC30 30mm 1unit

  • Rekomendasi Penggunaan:
    Sangat ekonomis untuk proyek pembangunan gudang steel frame, hoist crane, atau bengkel karoseri truk. Mesin ini unggul dalam pembuatan lubang berdiameter besar di lokasi kerja (on-site).
  • Keunggulan Spesifikasi:
    Mampu melubangi pelat baja hingga diameter ekstrem 30mm berkat kecepatan 450 RPM dan konektor Straight Shank. Bobotnya yang efisien diimbangi dengan daya rekat magnet sebesar 11.500 N, cukup aman untuk penggunaan vertikal.
  • Batasan/Risiko:
    RPM yang sedikit lebih tinggi (450 rpm) mengharuskan operator lebih rajin menyemprotkan cairan pendingin (coolant) saat menggunakan annular cutter diameter besar (25mm+) agar gigi pisau tidak gosong.

2. RYU RMD23 23mm 1pc

  • Rekomendasi Penggunaan:
    Pilihan teraman untuk pabrik manufaktur yang menggunakan baja tebal murni (seperti plat Mild Steel di atas 15mm) karena mesin ini mengandalkan torsi besar dengan putaran rendah.
  • Keunggulan Spesifikasi:
    RPM sangat rendah (300 rpm) adalah keunggulan absolut. Di dunia metalworking, RPM rendah mencegah penumpukan panas ekstrem di ujung mata bor, sangat memperpanjang umur investasi alat potong Anda. Kapasitas chuck 23mm sangat ideal untuk standar baut konstruksi.
  • Batasan/Risiko:
    Tidak cocok untuk mengebor lubang-lubang kecil berdiameter di bawah 10mm secara cepat, karena RPM-nya yang rendah akan membuat proses tersebut memakan waktu terlalu lama.

3. Wipro WP-25N Gold Black 23mm 1unit

  • Rekomendasi Penggunaan:
    Diperuntukkan bagi kontraktor fasilitas lepas pantai (offshore) atau galangan kapal yang sering bekerja dengan permukaan besi yang tidak 100% rata, karena alat ini menawarkan fitur pergeseran mekanis dan magnet monster.
  • Keunggulan Spesifikasi:
    Dilengkapi fitur Horizontal Displacement (bisa digeser 20mm kiri-kanan) & Revolving Angle 90°, memudahkan operator mem-paskan titik pusat bor tanpa harus mematikan dan mengangkat ulang magnetnya. Daya rekat magnet paling masif di 13.000 N dengan as Taper Spindle 2#.
  • Batasan/Risiko:
    Memiliki komponen mekanis gerak berlebih (sliding base) berarti alat ini lebih rentan terhadap tumpukan debu gram besi. Operator wajib membersihkan rel pelumas pergeseran displacement setelah selesai bekerja.

Tips Memilih Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)

  • Cocokkan Jenis Spindle (As Bor):
    Jika Anda berencana menggunakan mata bor HSS Twist Drill (bor ulir biasa) berukuran besar, carilah mesin berspesifikasi Morse Taper (MT / Taper #2) seperti Wipro. Jika Anda menggunakan Annular Cutter (Mata Bor Core/Kop), mesin dengan as Weldon Shank 19mm (seperti Dongcheng) adalah opsi plug-and-play tanpa perlu adaptor.
  • Pentingnya Daya Magnet (N):
    Jangan menyepelekan kekuatan magnet. Untuk pengoperasian vertikal (menempel di dinding tiang baja), Anda wajib memilih alat dengan magnet minimum 10.000 N. Tarikan bor (feed rate) akan mencoba mendorong mesin menjauh dari plat; magnet 13.000 N menjamin mesin tetap menempel kaku.
  • RPM vs Diameter Lubang:
    Ingat hukum permesinan logam: Semakin besar diameter lubang, RPM mesin harus semakin lambat. Untuk mengebor lubang 25mm-30mm, pilihlah mesin dengan kecepatan di bawah 450 RPM (RYU atau Wipro sangat pas) untuk mencegah mata bor Anda terbakar seketika.

Saran Penggunaan dan Perawatan

  • Aturan Pembersihan Dasar Magnet (Base):
    SEBELUM menekan tombol ON untuk menyalakan magnet, pastikan permukaan plat baja dan dasar tapak magnet mesin 100% bersih dari serpihan gram besi, cat berlebih, atau las-lasan yang tidak rata. Adanya rongga udara (air gap) mikroskopis akan menurunkan daya rekat magnet secara drastis!
  • Wajib Gunakan Cairan Pendingin (Coolant):
    Jangan pernah memotong baja tebal secara kering (dry cut). Selalu isi botol reservoir internal mesin dengan cairan pendingin (coolant) atau semprotkan secara manual. Ini tidak hanya mendinginkan mata pisau Annular, tapi juga membantu membuang serbuk gram besi keluar dari alur lubang.
  • Penekanan Tuas (Feed Pressure) Teratur:
    Saat mata bor mulai menyentuh plat baja, berikan tekanan ringan. Biarkan ujung mata pisau "membuat jalur/jalur cetak" terlebih dahulu. Setelah mata bor terbenam sepenuhnya di baja, tingkatkan tekanan dengan konstan, namun jangan memaksa motor hingga mesin terdengar stall (dengung melambat).
  • Hindari Mengelas Didekat Mesin Menyala:
    Dilarang keras melakukan pengelasan busur listrik (Arc Welding) pada I-Beam yang sama di mana mesin Bor Magnet sedang menempel menyala. Arus nyasar dari mesin las dapat menghancurkan PC Board (papan sirkuit) pengendali elektromagnet mesin.

Kendala Penggunaan Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)

  • Mesin Bor "Berjalan" atau Melorot Saat Digunakan
    Penyebab: Dasar magnet kotor, ketebalan plat baja penyangga terlalu tipis (di bawah 10mm) sehingga garis gaya magnet tidak terserap sempurna, atau tuas didorong terlalu ekstrem melampaui daya rekat magnet.
    Solusi: Jika mengebor plat tipis, "ganjal" sisi belakang plat tersebut dengan lempengan plat baja tebal lain (scrap steel) untuk menambah massa magnetis. Jangan mendorong tuas terlalu kuat.
  • Mata Bor (Annular Cutter) Pecah / Rompal di Tengah Potongan
    Penyebab: Kurangnya cairan pendingin, RPM mesin terlalu cepat, atau operator mematikan motor saat mata bor masih terbenam di dalam lubang yang belum tembus.
    Solusi: Selalu angkat mata bor keluar dari lubang dalam keadaan motor masih berputar. Gunakan as pengunci pin (pilot pin) untuk memastikan annular cutter tidak goyah.
  • Mesin Tidak Mau Menempel (Magnet Mati)
    Penyebab: Kabel power putus/terkelupas, tegangan input dari genset terlalu rendah (voltage drop), atau sekering (fuse) internal modul magnet putus karena lonjakan arus.
    Solusi: Cek koneksi kabel rol (extension) jangan terlalu panjang dan gunakan kabel berpenampang tebal. Periksa dan ganti sekering tabung kaca yang terletak di panel mesin jika putus.

Pertanyaan Seputar Mesin Bor Magnet (Magnetic Drill Press)

Berapa ketebalan minimal plat baja agar magnet bisa menempel kuat?

Agar elektromagnet (misal 11.500 N) dapat mencapai daya rekat spesifikasi pabriknya, ketebalan minimal pelat baja (Ferrous Metal) yang menjadi landasan adalah 10 mm (3/8 inci). Jika Anda mencoba menempelkan bor pada plat tipis berukuran 3 mm atau 5 mm, garis fluks magnetik tidak akan terserap penuh, menyebabkan daya rekat turun drastis hingga 60%. Bor bisa melorot atau terlepas saat Anda menekan tuas.

Apakah saya harus menggunakan Annular Cutter (Mata Bor Core)?

Sebenarnya tidak wajib, tetapi SANGAT DIREKOMENDASIKAN. Annular Cutter bekerja dengan cara hanya memotong "lingkaran luar" lubang, menyisakan inti (slug) utuh di tengah, tidak seperti Twist Drill (bor ulir) yang harus memotong seluruh material menjadi serbuk besi. Menggunakan Annular Cutter memangkas waktu kerja hingga 3x lipat, menghemat tenaga motor mesin, dan menghasilkan lubang yang sangat presisi tanpa burr (gerigi tajam).

Apa yang terjadi jika listrik PLN/Genset tiba-tiba mati saat bor menempel di tiang atas?

Karena alat ini menggunakan Elektromagnet (bukan magnet permanen), saat arus listrik terputus, daya tarik magnet akan instan hilang 100%. Mesin akan langsung jatuh ke tanah berdasarkan gravitasi. Itulah alasan mutlak SOP Keselamatan Kerja Internasional mewajibkan pengikatan Safety Chain/Strap (Rantai Pengaman) pada gagang mesin ke tiang baja. Rantai ini menahan mesin agar tetap menggantung aman saat insiden listrik mati.

Rekomendasi Produk Lainnya

Obeng Elektrik

Obeng Elektrik

Cek Sekarang
Paku Tembak Baterai (Cordless Brad Nailer)

Paku Tembak Baterai (Cordless Brad Nailer)

Cek Sekarang
Mesin Bor Duduk

Mesin Bor Duduk

Cek Sekarang
Air Nail Gun (Paku Tembak Pneumatik)

Air Nail Gun (Paku Tembak Pneumatik)

Cek Sekarang