Akun sayaProduk Baru ☀️Brand monotaro.id ☀️Semua BrandSemua PromoPerbandingan ProdukBlog
ID JP FlagTentang monotaro.id
Fitur Lainnya
Logo Mobile
ReviewQuoteCartWishlist

Mata Bor SDS Plus vs SDS Max

Bandingkan karakteristik, cara kerja, dan penggunaan Mata Bor SDS Plus dan SDS Max untuk kebutuhan industri konstruksi dan pengeboran beton.


Perbandingan Mata Bor SDS Plus vs SDS Max

Bentuk fisik SDS Plus SDS Plus Bentuk fisik SDS Max SDS Max
Sistem Shank (Tangkai) Shank diameter 10 mm dengan 2 slot terbuka dan 2 slot tertutup; sistem penguncian ringan untuk bor rotary hammer kelas menengah Shank diameter 18 mm dengan 3 slot terbuka dan 2 slot tertutup; sistem penguncian lebih kuat untuk bor rotary hammer kelas berat
Kelas Mesin yang Kompatibel Umumnya digunakan pada rotary hammer kelas ringan hingga menengah dengan daya sekitar 500–1.100 W, cocok untuk pekerjaan pengeboran standar Dirancang untuk rotary hammer kelas berat dengan daya umumnya di atas 1.000 W, cocok untuk pekerjaan demolisi dan pengeboran diameter besar
Kapasitas Diameter Bor Umumnya tersedia dalam diameter 4 mm hingga sekitar 32 mm, memadai untuk pengeboran lubang sedang pada beton dan pasangan batu Umumnya tersedia dalam diameter 16 mm ke atas, termasuk core bit besar; lebih sesuai untuk lubang berdiameter besar pada beton masif
Fungsi Utama Pengeboran beton, pengeboran dinding, pemasangan angkur/anchor; beberapa model juga tersedia dalam bentuk chisel untuk chiseling ringan Pengeboran lubang besar, bobok beton (demolisi), pembuatan alur dinding, dan pekerjaan heavy-duty pada struktur beton bertulang
Tipe Mata yang Tersedia Drill bit (mata bor silinder), chisel point, flat chisel, spline; paling umum tersedia dalam tipe drill bit dengan ujung karbida tungsten Drill bit diameter besar, chisel point, flat chisel, clay spade, bull point; lebih banyak varian chisel karena orientasi heavy-duty demolisi
Material Ujung Potong Ujung karbida tungsten (Tungsten Carbide); umumnya 2-cutter untuk efisiensi pengeboran standar dan masa pakai yang seimbang Ujung karbida tungsten grade lebih tebal; beberapa model menggunakan 4-cutter atau multi-cutter untuk ketahanan lebih tinggi pada material keras
Pembuangan Debu (Flute Design) Umumnya desain 2-alur (2-flute) berbentuk U untuk pembuangan debu yang efektif; cocok untuk kondisi pengeboran vertikal dan horizontal standar Desain alur lebih dalam dan lebih lebar; mendukung volume debu lebih besar dari lubang berdiameter besar saat pengeboran beton bertulang
Rekomendasi Penggunaan Ideal untuk kontraktor, teknisi MEP, maintenance fasilitas, dan pemasang angkur yang membutuhkan pengeboran rutin dengan mesin kelas menengah Ideal untuk kontraktor sipil berat, penghancuran struktur, pengeboran fondasi, dan proyek infrastruktur yang menggunakan mesin kelas professional/heavy


Produk Mata Bor SDS Plus vs SDS Max

Geser untuk melihat produk lainnya →
SDS Plus
BOSCH Hammer Drill SDS Plus-1 (Mata Bor Beton) 2608680264 6x150/210mm 1pc

BOSCH Hammer Drill SDS Plus-1 (Mata Bor Beton) 2608680264 6x150/210mm 1pc

SKU: S000089672 | Model: 2608680264
  • Diameter: 6 mm | Working Length: 150 mm | Total Length: 210 mm
  • Ujung 2-cutter Tungsten Carbide untuk ketahanan ekstra
  • Desain 2-alur U-shape untuk pembuangan debu efektif
  • Kompatibel dengan semua rotary hammer SDS Plus
Rp 42.900
Cek Sekarang
SDS Max
Langsol Chisel Point SDS Max (Mata Bor Bobok Beton) 400mm 1pc

Langsol Chisel Point SDS Max (Mata Bor Bobok Beton) 400mm 1pc

SKU: S013403447
  • Panjang total: 400 mm — cocok untuk pengeboran dan pembobokan dalam
  • Tipe chisel point untuk demolisi dan pembobokan beton
  • Shank SDS Max untuk kompatibilitas mesin heavy-duty
  • Konstruksi baja kuat untuk ketahanan operasi berat
Rp 87.900
Cek Sekarang
  • Pemasangan Angkur dan Fischer:
    SDS Plus umumnya digunakan untuk membuat lubang angkur pada dinding beton, kolom, atau lantai dalam pekerjaan MEP, sipil, dan interior.
  • Pengeboran Dinding Bata dan Beton Ringan:
    SDS Plus ideal untuk pengeboran pada material dinding standar dalam proyek konstruksi gedung, renovasi, dan instalasi kelistrikan.
  • Penghancuran dan Pembobokan Beton:
    SDS Max dengan chisel point atau flat chisel digunakan untuk membobok beton masif, membuat alur instalasi kabel/pipa, atau membongkar struktur beton lama.
  • Pengeboran Diameter Besar pada Struktur Beton Bertulang:
    SDS Max mampu mengakomodasi mata bor berdiameter besar untuk pekerjaan fondasi, tunneling mikro, atau pemasangan baut angkur besar.
  • Pengadaan Massal Proyek Infrastruktur:
    Kedua tipe SDS tersedia secara luas di Monotaro untuk kebutuhan pengadaan batch besar pada proyek jalan, jembatan, gedung, dan fasilitas industri.

Cara Memilih Mata Bor SDS yang Tepat untuk Kebutuhan Anda

Pemilihan antara SDS Plus dan SDS Max pada dasarnya ditentukan oleh tiga faktor utama: kelas mesin yang tersedia digunakan, diameter lubang yang dibutuhkan, dan jenis pekerjaan (pengeboran biasa atau demolisi). Berikut panduan pemilihan mata bor SDS untuk engineering, procurement, dan maintenance:

  • Sesuaikan dengan shank mesin yang dimiliki:
    SDS Plus dan SDS Max memiliki dimensi shank yang berbeda dan tidak dapat dipertukarkan. Pastikan spesifikasi shank mesin bor di lapangan sebelum memesan mata bor dalam jumlah besar.
  • Pertimbangkan diameter lubang target:
    Untuk diameter di bawah 16 mm, SDS Plus umumnya sudah memadai dan lebih hemat. Untuk diameter 16 mm ke atas atau pekerjaan core drilling, SDS Max lebih sesuai karena didukung energi impak mesin yang lebih besar.
  • Pilih tipe mata sesuai pekerjaan:
    Untuk pengeboran lubang silinder (anchor, pipa, kabel), gunakan drill bit. Untuk pembobokan atau pembuatan alur, gunakan chisel point atau flat chisel yang tersedia pada tipe SDS Max.
  • Perhatikan panjang kerja (working length):
    Panjang working length menentukan kedalaman lubang maksimal yang bisa dicapai tanpa menyambung. Sesuaikan dengan kebutuhan kedalaman pengeboran di lapangan, terutama untuk instalasi angkur panjang atau pengeboran tembus dinding tebal.
  • Evaluasi frekuensi penggunaan dan volume pekerjaan:
    Untuk penggunaan harian intensif pada proyek besar, pertimbangkan mata bor dari merek industrial dengan garansi mutu karbida lebih baik. Untuk pekerjaan sporadis, pilihan ekonomis tetap layak digunakan.
  • Standarisasi untuk pengadaan massal:
    Menetapkan satu standar ukuran dan tipe SDS untuk setiap kategori pekerjaan di proyek akan mempermudah pengadaan, penggantian, dan pengelolaan stok di gudang material.

Tips Perawatan dan Penggunaan Mata Bor SDS agar Tahan Lama

Masa pakai mata bor SDS sangat dipengaruhi oleh teknik penggunaan dan perawatan. Berikut adalah rekomendasi perawatan dan pemeliharaan mata bor SDS:

  • Gunakan kecepatan dan mode yang sesuai:
    Pastikan mesin diset ke mode rotary hammer (bukan rotary saja) saat mengebor beton. Pengeboran beton dengan mode rotasi murni akan mempercepat aus pada ujung karbida.
  • Jangan menekan terlalu keras:
    Tekanan berlebihan tidak mempercepat pengeboran secara signifikan, tetapi dapat menyebabkan mata bor melengkung, patah, atau ujung karbida retak lebih cepat.
  • Bersihkan shank secara berkala:
    Debu dan partikel beton yang menempel pada shank dapat mengganggu sistem penguncian SDS. Bersihkan shank dan chuck mesin secara rutin, terutama di lingkungan berdebu tinggi.
  • Simpan di tempat kering dan terorganisir:
    Simpan mata bor dalam case atau rak terpisah berdasarkan diameter dan tipe untuk mencegah benturan antar mata bor yang dapat merusak ujung karbida.
  • Periksa kondisi ujung karbida sebelum digunakan:
    Mata bor dengan ujung karbida yang sudah tumpul atau retak harus diganti. Penggunaan mata bor tumpul akan meningkatkan beban mesin, memperpendek umur mesin, dan hasil lubang tidak presisi.
  • Gunakan lubrikasi shank jika diperlukan:
    Pada beberapa kondisi pekerjaan intensif, oleskan sedikit grease ringan pada shank SDS sesuai rekomendasi produsen mesin untuk menjaga sistem chuck tetap berfungsi baik.

Butuh pengadaan alat teknik dalam jumlah besar untuk perusahaan Anda?

Minta Penawaran Mata Bor SDS