Akun sayaProduk BaruBrand MonotaroSemua BrandPromoKomparasi ProdukBlogRequest Quotation
ID JP FlagTentang monotaro.id
Fitur Lainnya
Logo Mobile
ReviewQuoteCartWishlist

RCBO vs RCCB

Bandingkan karakteristik, cara kerja, dan penggunaan RCBO dan RCCB untuk kebutuhan proteksi instalasi listrik industri.


Perbandingan RCBO vs RCCB

Bentuk fisik RCBO (Residual Current Breaker with Overcurrent Protection) RCBO (Residual Current Breaker with Overcurrent Protection) Bentuk fisik RCCB (Residual Current Circuit Breaker) RCCB (Residual Current Circuit Breaker)
Prinsip Kerja Mengintegrasikan fungsi proteksi arus bocor (residual current) sekaligus proteksi arus lebih (overcurrent) dan hubung singkat dalam satu unit kompak. Mendeteksi ketidakseimbangan arus antara konduktor aktif dan netral (arus sisa/residual current), lalu memutus sirkuit. Tidak memiliki proteksi arus lebih bawaan.
Fungsi Proteksi Proteksi ganda: arus bocor (residual current) + arus lebih (overload) + hubung singkat (short circuit). Menggantikan kombinasi MCB dan RCCB dalam satu perangkat. Proteksi arus bocor saja. Harus dikombinasikan dengan MCB atau sekering untuk proteksi arus lebih dan hubung singkat.
Sensitivitas Arus Bocor Umumnya tersedia dalam sensitivitas 10 mA, 30 mA, atau 100 mA tergantung kelas dan pabrikan. Sensitivitas 30 mA pada contoh produk di data (BHL-33C). Tersedia dalam berbagai sensitivitas: 10 mA, 30 mA, 100 mA, hingga 300 mA atau lebih, tergantung aplikasi dan standar instalasi.
Jumlah Kutub Umumnya tersedia dalam 1P+N, 2P, 3P, dan 3P+N. Pada contoh produk di data, model BHL-33C menggunakan 3P. Tersedia dalam 2P dan 4P untuk instalasi fase tunggal maupun tiga fase. Pada contoh produk di data, model CD616B menggunakan 2P.
Rated Current Bervariasi sesuai kebutuhan aplikasi; pada banyak model tersedia antara 6A hingga 63A. Pada contoh produk di data, model BHL-33C memiliki rated current 32A. Bervariasi dari 16A hingga 125A atau lebih tergantung kelas produk. Pada contoh produk di data, model CD616B memiliki rated current 16A.
Tegangan Umumnya dirancang untuk tegangan 230V/400V AC sesuai standar instalasi lokal dan internasional. Verifikasi spesifikasi produk sebelum instalasi. Umumnya dirancang untuk tegangan 230V/400V AC. Tersedia pula varian untuk jaringan industri 3 fase.
Kemudahan Instalasi & Penggantian Instalasi lebih sederhana karena menggantikan dua perangkat (MCB + RCCB) sekaligus. Ideal untuk panel dengan ruang terbatas atau proyek baru. Memerlukan kombinasi dengan MCB atau sekering pada panel yang sama. Cocok untuk retrofit atau upgrade proteksi arus bocor pada instalasi yang sudah ada.
Kegunaan di Industri Panel distribusi kantor, workshop, gedung komersial, industri ringan, dan instalasi di mana proteksi ganda dibutuhkan dalam ruang panel terbatas. Instalasi residensial dan komersial, panel induk distribusi, sistem dengan MCB terpisah, dan sebagai lapisan proteksi tambahan terhadap arus bocor.


Produk RCBO vs RCCB

Geser untuk melihat produk lainnya →
RCBO
Shihlin Electric Residual Current Breaker with Overcurrent Protection 3P RCBO BHL-33C 32A

Shihlin Electric Residual Current Breaker with Overcurrent Protection 3P (RCBO) BHL-33C 32A 1pc

SKU: S013218317 | Model: BHL-33C
  • Arus Pengenal: 32A
  • Jumlah Kutub: 3P
  • Sensitivitas Arus Bocor: 30 mA
  • Proteksi: Arus Bocor + Arus Lebih + Hubung Singkat
Rp 429.900
Cek Sekarang
RCCB
Hager Residual Current Circuit Breaker Electronic Type RCCB CD616B

Hager Residual Current Circuit Breaker Electronic Type (RCCB) CD616B 1pc

SKU: S012157099 | Model: CD616B
  • Arus Pengenal: 16A
  • Jumlah Kutub: 2P
  • Tipe: Electronic RCCB (berbasis komponen elektronik)
  • Fungsi: Proteksi arus bocor (residual current) tanpa proteksi arus lebih bawaan
Rp 329.900
Cek Sekarang
  • RCBO untuk panel distribusi sirkuit individual:
    Ideal pada panel distribusi kantor, workshop, gedung bertingkat, dan fasilitas industri ringan yang membutuhkan proteksi lengkap dalam satu unit untuk setiap sirkuit.
  • RCCB untuk proteksi berlapis pada instalasi existing:
    Cocok sebagai tambahan lapisan proteksi arus bocor pada instalasi yang sudah memiliki MCB, atau sebagai RCCB utama di panel induk distribusi.
  • Kombinasi RCCB + MCB untuk fleksibilitas proteksi:
    Pada instalasi besar atau kompleks, RCCB dipasang pada level distribusi utama dan dikombinasikan dengan MCB di setiap cabang sirkuit untuk proteksi arus lebih dan hubung singkat.
  • Pertimbangan tegangan dan standar lokal:
    Selalu verifikasi kompatibilitas tegangan produk dengan jaringan PLN (umumnya 220V/380V di Indonesia), terutama untuk produk impor yang mungkin dirancang untuk tegangan berbeda.

Cara Memilih Earth Leakage Breaker yang Tepat

Pemilihan antara RCBO dan RCCB bergantung pada kebutuhan proteksi, konfigurasi panel, dan persyaratan standar instalasi yang berlaku. Berikut adalah faktor-faktor teknis utama yang perlu dipertimbangkan:

  • Identifikasi kebutuhan proteksi:
    Tentukan apakah instalasi hanya membutuhkan proteksi arus bocor (RCCB) atau proteksi arus bocor plus arus lebih dalam satu unit (RCBO). Setiap perangkat memiliki cakupan proteksi yang berbeda.
  • Sesuaikan arus pengenal dengan beban:
    Hitung total arus beban pada sirkuit yang akan diproteksi. Pilih breaker dengan rated current minimal sama dengan atau lebih besar dari arus beban penuh, ditambah faktor keamanan yang memadai.
  • Pilih sensitivitas arus bocor yang sesuai:
    Untuk proteksi personal (mencegah sengatan listrik), gunakan sensitivitas 30 mA atau lebih rendah. Untuk proteksi instalasi saja (mencegah kebakaran), sensitivitas 100–300 mA dapat digunakan.
  • Verifikasi kompatibilitas jumlah kutub:
    Pastikan jumlah kutub breaker sesuai dengan sistem distribusi, 2P untuk instalasi fase tunggal (1φ), 3P atau 3P+N untuk sistem tiga fase tanpa netral terpisah, dan 4P untuk sistem tiga fase dengan netral.
  • Perhatikan kompatibilitas tegangan:
    Untuk instalasi di Indonesia (220V/380V), pastikan produk yang dipilih memang dirancang untuk tegangan tersebut. Produk impor yang dirancang untuk 100–120V tidak boleh digunakan langsung tanpa verifikasi.
  • Pertimbangkan kapasitas pemutusan (breaking capacity):
    Pada lingkungan industri dengan tingkat hubung singkat (short circuit level) yang tinggi, pilih breaker dengan Icu yang cukup sesuai dengan impedansi jaringan dan kapasitas transformator.
  • Evaluasi ruang panel yang tersedia:
    RCBO menghemat ruang panel karena menggantikan kombinasi MCB dan RCCB. Untuk renovasi atau retrofit panel yang sudah ada, RCCB yang dipasang paralel dengan MCB existing sering menjadi solusi yang lebih ekonomis.
  • Patuhi standar dan regulasi setempat:
    Pastikan perangkat yang dipilih memiliki sertifikasi yang sesuai (SNI, IEC, atau standar setara) dan memenuhi persyaratan PUIL serta regulasi instalasi listrik yang berlaku di Indonesia.

Standar dan Pertimbangan Instalasi Breaker Arus Bocor

Pemasangan dan pemeliharaan ELCB, RCBO, dan RCCB harus mengikuti prosedur teknis yang benar untuk memastikan keandalan proteksi dan keselamatan instalasi jangka panjang. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh teknisi listrik, kontraktor, dan tim maintenance:

  • Pengujian fungsi berkala:
    Semua jenis breaker arus bocor (RCBO dan RCCB) dilengkapi tombol test. Pengujian rutin sebaiknya dilakukan minimal setiap 6 bulan untuk memverifikasi bahwa mekanisme trip masih berfungsi dengan baik.
  • Grounding yang memadai:
    ELCB tipe voltage-operated memerlukan koneksi grounding yang baik untuk bekerja optimal. RCCB dan RCBO tipe current-operated (yang lebih umum saat ini) bekerja berdasarkan ketidakseimbangan arus dan tidak bergantung pada kualitas grounding, namun grounding yang baik tetap wajib untuk keselamatan instalasi secara keseluruhan.
  • Hindari beban dengan kebocoran arus normal tinggi:
    Beberapa peralatan elektronik (seperti komputer, inverter, dan motor dengan filter EMC) memiliki arus bocor kapasitif normal yang dapat menyebabkan trip palsu pada breaker berrestitif 30 mA. Pertimbangkan penggunaan RCCB/RCBO dengan sensitivitas 100 mA atau tipe S (selective) untuk sirkuit dengan beban demikian.
  • Koordinasi proteksi pada sistem berlapis:
    Pada instalasi dengan RCCB di panel utama dan RCBO di panel cabang, pastikan ada koordinasi selektivitas (time delay) agar gangguan pada sirkuit cabang hanya memutus breaker terdekat tanpa mempengaruhi sirkuit lain.
  • Dokumentasi dan labeling panel:
    Setiap breaker harus dilabeli dengan jelas sesuai sirkuit yang dilindungi, rating arus, dan sensitivitas arus bocor. Dokumentasi yang baik mempercepat troubleshooting dan pemeliharaan preventif.
  • Pergantian setelah kejadian fault besar:
    Setelah breaker mengalami trip akibat gangguan besar (hubung singkat atau arus bocor), lakukan inspeksi atau penggantian sesuai rekomendasi pabrikan, karena komponen internal dapat mengalami degradasi setelah pemutusan arus tinggi.

Butuh pengadaan alat teknik dalam jumlah besar untuk perusahaan Anda?

Minta Penawaran Breaker & Komponen Kelistrikan